Di Tengah Pandemi, Jangan Remehkan Penyakit Flu

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Senin 22 November 2021 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 481 2505486 di-tengah-pandemi-jangan-remehkan-penyakit-flu-KNl6McsjbS.jpg Sakit flu (Foto: Sutter health)

SAAT ini Indonesia sudah mulai memasuki musim penghujan. Akibatnya anak-anak jadi lebih mudah terserang penyakit infeksi pernapasan akut atau ISPA seperti flu.

Flu selama ini sering dinilai sebagai penyakit yang remeh karena dianggap sama dengan salesma atau common cold. Padahal, keduanya disebabkan oleh jenis virus yang berbeda dan flu dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti pneumonia bahkan hingga menyebabkan kematian.

 anak kena flu

Menurut Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF) Prof. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), PhD, seseorang yang terkena flu biasanya mengalami gejala, seperti demam di atas 37,8 derajat celcius, batuk, dan pilek.

“Walaupun gejalanya sama, selesma atau pilek ini sebenarnya berbeda dengan flu. Banyak yang menganggap kedua penyakit itu sama. Padahal, flu itu kan karena virus influenza, kalau selesma itu virusnya beda. Keduanya terjadi akibat infeksi saluran pernafasan akut,” ujarnya, Senin (22/11/2021).

Evolusi flu sendiri dari tahun ke tahun pun sangat cepat. Sementara, anak-anak lebih rentan terserang penyakit ini karena risiko tertular flu mencapai 20-30 persen atau lebih tinggi dari orang dewasa yang hanya memiliki peluang 5-10 persen.

Apalagi di masa pandemi Covid-19, orangtua juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan anak. Meski begitu, para orangtua baiknya juga tak cepat panik ketika anak tiba-tiba terserang demam.

“Selesma, flu, dan Covid-19 gejalanya bisa dibilang sama. Bila anak terserang demam dan batuk, jangan panik. Apalagi, kalau lingkungannya bersih dan aman," ucap Dokter Cissy.

Agar anak terhindar dari ketiganya dan penyakit ISPA lainnya, para orangtua dapat menerapkan 5M pada seluruh anggota keluarga dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan. Tak hanya itu, orangtua juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi dan cakupan vitamin anak serta memberikan vaksinasi yang sesuai.

Vaksin Covid-19 sendiri tidak bisa mencegah bahaya influenza. Oleh sebab itu, seorang anak tetap disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza meskipun telah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk mencegah infeksi influenza yang berbahaya.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seorang anak dapat diberikan vaksin influenza mulai dari usia di atas enam bulan. Anak berusia di bawah sembilan tahun yang belum pernah diberikan vaksin flu perlu diberikan dosis vaksin flu sebanyak dua kali. Adapun jeda waktu antara pemberian vaksin pertama dan kedua berjarak satu bulan.

Untuk anak di atas sembilan tahun, pemberian vaksin influenza harus dilakukan secara rutin, yakni satu dosis sekali setiap tahun. Pemberian vaksin tersebut mampu menurunkan risiko influenza dan komplikasinya pada anak paling tidak 60 persen.

Di Indonesia terdapat dua vaksin influenza yakni trivalent dan quadrivalent yang dalam vaksin influenza merujuk pada strain virus yang digunakan. Trivalent hanya dapat melindungi tubuh dari tiga jenis virus flu, yaitu dua virus influenza tipe A dan satu virus influenza tipe B.

 Baca juga: Sulit Tidur Akibat Hidung Tersumbat? Ini Cara Ampuh Mengatasinya

Meskipun terdapat dua garis keturunan pada flu tipe B, vaksin trivalent hanya mampu mencegah satu jenis saja. Oleh karena itu peneliti menciptakan vaksin quadrivalent yang dapat melindungi tubuh dari empat jenis virus flu, yaitu dua virus influenza tipe A dan dua virus influenza tipe B untuk perlindungan lebih luas. Jadi, perlindungan yang lebih luas merupakan perbedaan signifikan antara vaksin flu trivalent dan quadrivalent.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini