Termasuk Jerawat dan Eksim, Kenali 5 Tanda Anda Alami Stres

Calista Angelina, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 612 2505783 termasuk-jerawat-dan-eksim-kenali-5-tanda-anda-alami-stres-PS9xFSl6CM.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SETIAP orang pasti mengalami stres, meskipun dia tidak sadar. Ketika tubuh mengalami stres, maka bukan hanya berpengaruh pada emosional, tetapi stres juga dapat berpengaruh pada fisik seseorang.

Dilansir dari Mirror UK, Dr Rhianna McClymont, Lead GP di penyedia layanan kesehatan digital terkemuka Livi menjelaskan stres adalah bagian alami dan penting dari sistem respons tubuh kita.

"Itu berasal dari naluri bertahan hidup bawaan yang kita miliki bersama seperti hewan lain. Jangan anggap sepele, stres jangka panjang dapat menyebabkan macam-macam gejala fisik. Ketika gejala fisik muncul, tidak sedikit pula yang merasa semakin cemas, khawatir, dan bertambah stres,” paparnya seperti dilansir dari Unilad.

Dia menambahkan, penting untuk mengenali tanda-tanda stres, dan mengambil tindakan untuk menguranginya agar memutus siklus negatif ini. Berikut 5 gejala fisik yang cenderung timbul saat stres.

Jerawat dan eksim

Saat Anda stres, kulit jadi rentan berjerawat karena sekresi hormon stres kortisol. Hormon kortisol meningkatkan produksi minyak dalam tubuh kita. Produksi minyak yang tinggi dapat membuat kulit menjadi mudah berjerawat (acne prone). Bukan hanya jerawat, stres juga dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan kondisi kulit seperti eksim, dan psoriasis.

Ahli kosmetik terkemuka Dr Rekha Tailor menegaskan untuk tidak boleh menganggap remeh hal ini. “Kita tidak boleh meremehkan dampak stres pada skincare. Seringkali saat stres rasanya jadi malas merawat diri, justru itulah yang membuat kulit jadi bermasalah dan dapat menambah stres,” jelasnya.

Dr Rekha juga menyarankan rajin melakukan skincare, menghindari penggunaan riasan saat kulit bermasalah. Konsumsi makanan sehat buah dan sayuran, lemak sehat dan protein seperti ikan hal ini penting untuk mengontrol gula darah Anda dan meningkatkan kesehatan kulit Anda.

Stres

Sakit kronis dan sakit kepala tegang

Selain kulit, stres juga dapat menimbulkan sakit kepala. Sakit kepala tegang dan migrain bahkan fatalnya dapat berujung pada kelumpuhan dan gejala nyeri lainnya. Dr McClymont merekomendasikan untuk mendapatkan tidur yang cukup.

“Ingat bahwa stimulan di waktu malam seperti, penggunaan gadget larut malam, konsumsi alkohol, makanan berat dan nikotin dapat membuat kita terus terjaga dan enggan untuk tidur. Bukan hanya alkohol, efek kafein juga masih bekerja 6 jam setelah meminumnya, jadi hentikan kopi di sore hari.”

Masalah perut

Jangan salah, stres juga dapat mempengaruhi masalah pencernaan. Biasanya, tinja menjadi lebih encer ketika Anda stres. Ya benar, usus kita adalah organ sensitif yang merespon ketidakseimbangan hormon, stres, dan banyak kondisi kesehatan fisik dan mental dengan rasa sakit, kembung, dan terkadang perubahan kebiasaan buang air besar.

Selain itu, refluks asam juga bisa terjadi ketika Anda stres akibat kelebihan produksi asam di perut. Maka hal itu dapat menyebabkan kondisi seperti sakit maag, penyakit gusi, dan sariawan.

Perubahan berat

Meningkatnya kadar kortisol dapat menghentikan tubuh kita dari memecah lemak maka sering terjadi kesulitan untuk menurunkan berat badan atau mempertahankannya. Dr McClymont mengatakan stres kronis dapat membuat kita mencari kenyamanan atau pelampiasan. Biasanya dalam bentuk makanan.

“Di sisi lain, beberapa orang menemukan bahwa mereka mengalami penurunan nafsu makan saat stres, karena tingkat adrenalin dan depresi dapat berjalan seiring dengan stres kronis dan mempengaruhi nafsu makan,” jelasn Dr McClymont.

Sistem kekebalan

Hal lainnya yang ditimbulkan saat stres adalah menjadi lebih rentan terhadap pilek, flu dan infeksi lainnya. Sering dianggap sepele dan remeh, namun kenyataannya peningkatan kortisol memang berdampak pada sistem kekebalan tubuh kita.

“Sel-sel yang digunakan tubuh kita untuk melindungi kita dari penyakit tidak menyukai terlalu banyak kortisol. Ketika terlalu banyak kortisol dilepaskan, maka kemampuan mereka untuk melindungi kita dari penyakit pun berkurang,” jelas Aisha Gordon-Hiles, konselor online di Kooth.

Cara mengatasi stres setiap orang memang berbeda. Namun, terkadang ketika stres yang Anda butuhkan adalah motivator yang baik, pendengar yang baik. Stres itu hal yang wajar dialami tetapi jika stres mulai membuat Anda sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda itu tidak boleh diabaikan dan perlu ditangani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini