Wamenkes: 1 dari 10 Anak Indonesia Sudah Merokok, Sebabkan PPOK saat Dewasa!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 481 2505969 wamenkes-1-dari-10-anak-indonesia-sudah-merokok-sebabkan-ppok-saat-dewasa-F9qUBfoBcB.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

DAMPAK kebiasaan merokok masih menjadi masalah serius di Indonesia. Merokok merupakan salah satu faktor penyumbang terbesar masalah penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Mirisnya, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan data bahwa jumlah perokok di Indonesia masih sangat tinggi, kira-kira 33,8 persen atau 1 dari 3 orang Indonesia merokok. 

Wamen Dante

"Salah satu penyebab PPOK adalah karena faktor paparan merokok, dengan perokok pria mempunyai proporsi yang lebih besar sekitar 63 persen atau 2 dari 3 pria Indonesia saat ini merokok," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dalam webinar Media Briefing: Hari PPOK Sedunia, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga : Perokok Berisiko 2,5 Kali Lebih Tinggi Meninggal Akibat Covid-19

Ia melanjutkan, peningkatan prevalensi merokok cenderung lebih tinggi terjadi pada kelompok remaja usia 10 sampai 18 tahun sekitar 7,2 persen naik menjadi 9,1 persen di 2018 atau hampir 1 dari 10 anak di Indonesia merokok.

Berhenti Merokok

"Dan ini kalau diteruskan dalam jangka panjang, paparan yang terjadi bertahun-tahun akan terjadi PPOK pada saat mereka sudah menginjak dewasa, bahkan ada yang terserang PPOK dalam usia produktif, sehingga implikasi kesehatan, implikasi investasi manusia itu menjadi terhambat dengan adanya paparan rokok di usia 10-18 tahun," tambah Wamenkes Dante. 

Baca Juga : Perempuan Merokok Lebih Berisiko Idap Kanker Paru-Paru dibanding Pria Loh

Wamenkes Dante menambahkan bahwa PPOK adalah penyakit yang berjalan terus dengan gejala yang baru muncul saat sudah parah kondisi penyakitnya, dan beberapa kasus PPOK tidak dapat disembuhkan, maka sudah selayaknya masalah ini jadi perhatian utama.

"Jika PPOK ditangani sebagai isu nasional, akan terlihat bahwa kasusnya di masa depan akan menurun. Tentu, salah satunya adalah mencegah paparan rokok sebagai faktor penyebab PPOK," tegas Wamenkes Dante.

Masalah PPOK ini juga dapat memperburuk Covid-19 yang menyerang sistem pernapasan. Ya, mereka yang mengidap PPOK akan sangat berisiko alami keparah jika terpapar Covid-19.

"Covid-19 menyerang sistem pernapasan dan ini membuat penderita PPOK rentan mengalami keparahan jika terpapar Covid-19. Karena hal tersebut, penting untuk masyarakat tahu bahwa penyakit ini harus mendapat perhatian bersama," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini