Infeksi Covid-19 terkait dengan Meningkatnya Risiko Bayi Lahir Mati

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 481 2506285 infeksi-covid-19-terkait-dengan-meningkatnya-risiko-bayi-lahir-mati-YQCtg9CFjw.jpg Ibu hamil (Foto: Pixabay)

VIRUS varian Delta selain sangat menular juga terkait dengan risiko kesehatan yang bisa dialami bayi dan ibu hamil.

Hal ini terungkap melalui dua studi baru yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) pada Jumat akhir pekan lalu. Mengutip NBC News, Selasa (23/11/2021) studi tersebut menemukan virus varian delta terkait dengan peningkatan risiko bayi lahir mati (still birth) atau meninggal saat melahirkan

 terinfeksi Covid-19

Penelitian ini memperluas laporan dari dokter penjuru Amerika, yang mencatat telah terjadi peningkatan keparahan pada wanita hamil dengan Covid-19 terutama karena varian yang sangat menular telah menyebar. Kondisi ini disebutkan sebelumnya belum pernah terjadi.

“Kami melihat banyak komplikasi kehamilan dari infeksi Covid-19," kata Dr.Ellie Ragsdale, Direktur Intervensi Janin di UH Cleveland Medical Center.

Komplikasi yang dimaksud adalah seperti kelahiran prematur, tekanan darah tinggi yang tidak normal pada ibu hamil dan keguguran.

Satu dari dua studi penelitian baru di atas, menganalisa hasil lebih dari 1,2 juta kehamilan secara nasional antara Maret 2020 dan September 2021. Sebelum pandemi, bayi lahir mati jarang terjadi di Amerika, tercatat hanya ada sekitar 0,59 persen.

Tapi kemudian, menurut laporan CDC angka ini naik menjadi 0,98 persen di antara ibu hamil yang terinfeksi Covid-19. Begitu merebaknya varian delta pada Juli 2021, angkanya semakin bertambah, menyentuh angka 2,7 persen kehamilan (dengan ibu positif Covid-19) yang berakhir dengan bayi lahir mati.

Meski kejadiannya memang masih jarang, tapi para peneliti studi tersebut menilai hasil temuan bahwa infeksi Covid-19 berhubungan dengan meningkatnya risiko bayi lahir mati tetap harus dicatat.

“Meskipun lahir mati adalah hasil yang langka secara keseluruhan, diagnosis Covid -19 ikaitkan dengan peningkatan yang nyata dalam risiko bayi lahir mati dan dengan hubungan yang lebih kuat selama periode mendominasinya virus varian delta,” tulis para penulis penelitian.

Sebagai catatan, studi ini tidak semerta-merta membuktikan varian delta otomatis menyebabkan lebih banyak kematian pada janin. Tetapi semakin banyaknya catatan akan adanya perbedaan penting dalam berapa banyak oksigen yang bisa diserap janin, tergantung pada apakah ibu bayi tersebut didiagnosis terinfeksi Covid-19.

Dokter Ellie Ragsdale mengatakan, ia dan rekan sejawatnya mencatat bahwa wanita hamil yang positif Covid-19 nyatanya memang kesulitan untuk mendapatkan darah yang kaya oksigen ke janin mereka yang sedang tumbuh.

"Kami melihat area plasenta yang kekurangan oksigen. Itulah sumber oksigen dan kelangsungan hidup bayi dalam kehamilan,” ujarnya.

Para ahli menyebutkan, studi analisis CDC tersebut tidak menilai status vaksinasi, tetapi wanita hamil yang tidak divaksinasi kemungkinan ada di kondisi memiliki risiko tertentu.

Tidak hanya mengancam kesehatan janin, tapi virus varian delta di saat yang bersamaan juga mengancam nyawa sang ibu. Ya, virus ini disebutkan mematikan bagi ibu, terutama jika ibu hamil tersebut memiliki kondisi kesehatan tertentu.

 Baca juga: Banyak Negara Hadapi Gelombang 4 dan 5, Indonesia Baru Antisipasi Gelombang 3

Dari laporan CDC lainnya, ada 15 kematian di antara wanita hamil yang positif Covid-19 di Mississippi dan hampir semuanya ternyata memiliki komorbid alias penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini