Dokter Reisa Kobarkan Tekad Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Pandemi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 481 2506521 dokter-reisa-kobarkan-tekad-jadikan-2022-tahun-terakhir-indonesia-dalam-pandemi-IhcBU8rIjV.jpg Dokter Reisa (Foto : YouTube/Sekretariat Presiden)

TREN kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan penurunan yang menarik perhatian dunia. Buktinya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mengkategorikan Indonesia sebagai green zone.

Predikat green zone memiliki arti sebagai wilayah yang aman untuk dikunjungi. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk terlalu berpuas hati dan selalu waspada terhadap ancaman Covid-19. Pemerintah mengajak masyarakat mewujudkan 2022 sebagai tahun terakhir pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19

Baca Juga : Kembali WFO, Ini 8 Kiat Tetap Sehat di Kantor

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro, mengatakan tidak perlu ada lagi gelombang kenaikan kasus Covid-19. Menurutnya, mencegah selalu lebih baik daripada menyesal.

"2022 adalah tahun ketiga kita berada di masa pandemi. Mari bertekad untuk jadikan tahun ini adalah tahun yang terakhir untuk kita berada di dalam masa wabah raya. Tunjukkan lagi kerjasama yang solid dan gotong-royong yang kuat, kekompakan tingkat tinggi, untuk mencegah gelombang ketiga," ungkap dr. Reisa mengobarkan semangat.

Baca Juga : Banyak Negara Hadapi Gelombang 4 dan 5, Indonesia Baru Antisipasi Gelombang 3

Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Selasa (23/11/2021), untuk mewujudkan 2022 sebagai tahun terakhir Indonesia dalam masa pandemi bisa dilakukan dengan dua cara, yakni:

Pandemi Covid-19

1. Dukung percepatan vaksinasi

Pemerintah menargetkan 70 persen penduduk tervaksinasi pada akhir 2021.

2. Waspada potensi munculnya gelombang ketiga, pasca liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Pengetatan mobilitas dan pengawasan protokol kesehatan, terutama di gereja pada saat perayaan Natal, tempat perbelanjaan, sekolah, restoran, dan destinasi wisata.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini