Mencegah Stunting Lewat Edukasi Kesehatan dan Gizi kepada Remaja

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 481 2506740 mencegah-stunting-lewat-edukasi-kesehatan-dan-gizi-kepada-remaja-7VWyMzpWCV.jpg Edukasi gizi (Foto: Food beverage)

SEJATINYA kecukupan gizi pada remaja sangatlah penting untuk memastikan remaja menjadi generasi penerus bangsa. Namun saat ini remaja Indonesia dihadapkan dengan permasalahan gizi yang kompleks yakni triple burden of malnutrition seperti kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan kekurangan zat gizi mikro dengan anemia.

Padahal, masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam membentuk perilaku yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi.

 pentingnya mencegah stunting

Koordinator Substansi Potensi Sumber Daya Promosi Kesehatan Bambang Purwanto, SKM, MKM menjelaskan, perlunya melakukan penguatan pengetahuan dan kesadaran anak sekolah dan anak madrasah pada isu kesehatan dan gizi. Oleh karena itu penting adanya panduan GESID (Generasi Sehat Indonesia) untuk meningkatkan kesadaran remaja usia SMP dan SMA agar hidup lebih sehat melalui edukasi tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, serta pembentukan remaja yang berkarakter

“Saat ini, tantangan kesehatan di Indonesia adalah triple burden termasuk permasalahan akan malnutrisi. Sehingga isu ini perlu diperhatikan secara seksama. Untuk itu, Kemenkes membuat kebijakan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN 2020-2024) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar," ujar Bambang belum lama ini.

Kemenkes, terang dia, membuat target dan strategi kemenkes 2021 menjadi 5 prioritas salah satunya adalah peningkatan kesehatan ibu, anak reproduksi, dan percepatan perbaikan gizi masyarakat.

Di sisi lain, promosi kesehatan yaitu proses untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan menginformasikan, memengaruhi, dan membantu masyarakat agar berperan aktif untuk mendukung perubahan perilaku dan lingkungan serta menjaga dan meningkatkan kesehatan menuju derajat kesehatan yang optimal juga menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan ini.

 Baca juga: Pemerintah Targetkan Angka Stunting Sebesar 14% pada 2024

Menyadari akan pentingnya intervensi terhadap kesehatan remaja khususnya pemahaman akan kebutuhan gizi dalam bentuk edukasi maka dilucurkan panduan GESID bagi remaja sekolah menengah, tingkat SMP hingga SMA.

Panduan GESID, ujar Bambang, fokus untuk pencegahan stunting dengan membangun generasi sehat melalui gizi dan kesehatan. "Ini meliputi gizi seimbang, gizi remaja, anemia, 1000 HPK dan stunting, pubertas dan merawat kesehatan reproduksi sehingga rantai stunting dapat diputus sejak dini."

Sementara itu, Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan, pihaknya ikut menyusun panduan GESID terkait tiga pilar utama bagi para remaja dalam hal kesehatan, yaitu Aku Peduli, Aku Sehat, dan Aku Bertanggung Jawab.

Ketiga pilar ini tidak hanya mengajarkan tentang komposisi makan yang dapat memenuhi kecukupan gizi para remaja, tetapi juga bagaimana hal itu akan memengaruhi mereka di masa mendatang dan mengajak mereka untuk bertanggung jawab atas diri mereka. Untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, program GESID ini akan diimplementasikan di sekolah-sekolah dan madrasah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini