Vaksinasi Lansia Terus Meningkat Jelang Akhir Tahun

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 481 2506744 vaksinasi-lansia-terus-meningkat-jelang-akhir-tahun-anPSWqEH7Q.jpg Vaksinasi lansia (Foto: The NYT)

SAAT ini pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 pada kelompok lansia. Sebab, hingga kini angka persentasenya masih rendah, sedangkan lansia termasuk dalam kelompok rentan jika terpapar Covid-19.

Sebagai solusi meningkatkan laju vaksinasi lansia, pemerintah menjadikan vaksinasi lansia sebagai indikator untuk penentuan level PPKM. Ya, semakin tinggi cakupan vaksinasi lansia, semakin rendah level PPKM di daerah tersebut.

 Menkes Budi

"Sejak angka vaksinasi lansia minimal 50 persen dipakai sebagai syarat naik PPKM, kecepatan vaksinasi jadi kencang sekali," terang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Hingga saat ini, sambung Menkes Budi, terdapat 12 provinsi yang cakupan vaksinasi dosis pertama bagi lansia sudah mencapai 50 persen. Ini artinya, sudah semakin banyak lansia yang menerima vaksin Covid-19.

"Kelompok lansia secara total sudah 50 persenan divaksin dan 12 provinsi sudah di atas 50 persen. Minggu lalu saja Banten, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Utara menembus angka 50 persen vaksinasi lansianya," terang Menkes Budi.

Lebih lengkapnya, data dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa per 23 November 2021, dari 21,55 juta sasaran vaksinasi lansia, dosis pertama sudah 51,08 persen dan dosis kedua 32,10 persen.

"Sedangkan secara keseluruhan, cakupan vaksinasi nasional dosis pertama itu mencapai 135,72 juta penduduk (65,16%) dan dosis kedua sebanyak 90,52 juta penduduk (43,46%) dari total 208,27 juta sasaran," terang data Kemenkes.

 Baca juga: Rumania Hadapi Gelombang Keempat Covid-19, Jenazah Korban Menumpuk di Kamar Mayat

Soal stok vaksin, Menkes Budi menjelaskan bahwa jumlah dosis vaksin yang ada mencukupi untuk kebutuhan vaksinasi selama 1 bulan. Stok vaksin ada 287 juta dosis dengan 273 juta dosisnya sudah dikirim ke daerah; 225 juta dosis sudah disuntikkan; sehingga ada 50 juta dosis stok yang ada di daerah-daerah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini