Tekan Risiko Kematian, Wamen Anjurkan Ibu 6 Kali USG Selama Kehamilan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 481 2507240 tekan-risiko-kematian-wamen-anjurkan-ibu-6-kali-usg-selama-kehamilan-JT5Hqz7DPk.jpeg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

ANGKA kematian ibu di Indonesia terbilang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, ada 308 kasus kematian ibu per 100.000 kelahiran.

Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sendiri mengungkapkan bahwa kasus kematian ibu harus ditekan pada 2024 menjadi 185 per 100.000 kelahiran. Pemerintah bahkan akan berupaya agresif dengan menargetkan angka yang lebih rendah lagi, yaitu 70 kasus per 100.000 kelahiran.

USG

Untuk memastikan ibu-ibu hamil dalam kondisi sehat, biasanya dilakukan evaluasi kehamilan sebanyak 4 kali pada masa kehamilan. Namun, Wamenkes menjelaskan bahwa angka kematian ibu tinggi terjadi di rumah sakit.

"Artinya, ibu hamil terlambat mendapat rujukan ke rumah sakit. Ini terjadi karena pemeriksaan dan identifikasi saat hamil tidak dilakukan dengan baik atau terlambat," ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga : 76% Kematian Ibu Hamil Terjadi saat Melahirkan dan Pasca Persalinan, Apa Penyebabnya?

Dari masalah tersebut, kata Wamenkes Dante, pemerintah kini berupaya meningkatkan jumlah pemeriksaan ibu hamil selama masa kehamilan. "Jadi, yang biasanya 4 kali kini kami tambah menjadi 6 kali dengan 2 di antaranya harus pemeriksaan dokter,"terangnya. "Ini dilakukan supaya ibu-ibu hamil di Indonesia sehat dan minim risiko kematian saat hamil," sambung Wamenkes Dante.

Baca Juga : Studi: COVID-19 Tingkatkan Angka Kematian Ibu dan Kelahiran Mati

Pemeriksaan dokter dan kolaborasi dengan bidan menjadi hal yang penting di sini. Dengan begitu, akan dapat dengan cepat mendeteksi masalah persalinan yang mungkin terjadi saat hamil.

Enam kali pemeriksaan itu antara lain 1 kali saat trimester pertama, 2 kali saat trimester kedua, dan 3 kali di trimester ketiga. "Pemeriksaan menggunakan alat USG diperlukan sehingga dapat terdeteksi sedini mungkin masalah kesehatan selama kehamilan berlangsung," terang Wamenkes Dante.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini