Satgas Ungkap 2 Kunci Libur Nataru Tak Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 481 2507533 satgas-ungkap-2-kunci-libur-nataru-tak-sebabkan-lonjakan-kasus-covid-19-EorGnj2xuI.jpg Prof Wiku (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)

PEMERINTAH bersiap melakukan pengawasan agar Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tak menyebabkan lonjakan kasus Covid-19. Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyebut ada 2 kunci agar kasus Covid-19 tidak naik pasca Libur Nataru.  

"Ini kunci kesuksesan kita menghadapi periode Natal dan Tahun Baru ada dua," katanya dalam konferensi pers resminya di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (25/11/21).

Prof Wiku

Pertama, kesadaran masyarakat untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak, serta tidak menunda-nunda untuk divaksin. Kedua, keseriusan pemerintah dalam pengawasan protokol kesehatan dan distribusi vaksin pada wilayah-wilayah yang cakupannya masih rendah.

Wiku mengatakan, pemakaian masker jadi hal penting bagi masyarakat, yakni termasuk menjaga protokol kesehatan dan menghindari atau membuat kerumunan.

Baca Juga : 5 Negara Sukses Turunkan Kasus Covid-19, Termasuk Indonesia!

Lebih lanjut, pencapaian vaksinasi secara cepat juga berpengaruh terhadap penekanan angka Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh beberapa negara seperti Jepang, India, Iran, Filipina dan termasuk Indonesia di dalamnya.

Baca Juga : Covid-19 di Eropa Meledak, Apakah Vaksin Booster Solusinya?

Negara-negara tersebut sukses menurunkan angka Covid-19, dari puncak sebelumnya. Misalnya Indonesia mampu bersaing dengan keempat negara lainnya tersebut, yakni berhasil menurunkan sebanyak 99,5 persen. Kasus mingguan turun menjadi 2.564 sebelumnya mencapai 26.126 kasus perminggunya.

Wiku menuturkan, meskipun terjadi variasi startegi pengendalian kasus di negara tersebut, terdapat beberapa pembelajaran dari negara-negara ini yang dapat diambil agar kasus penurunan di Indonesia tetap dipertahankan.

"Kemudian upaya tracing, tracking dan testing terus diupayakan," terangnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini