Muncul Varian Baru Botswana B.1.1.529, Hasil 32 Mutasi Virus Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 612 2507087 muncul-varian-baru-botswana-b-1-1-529-hasil-32-mutasi-virus-covid-19-Y413PlVSl3.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEIRING dengan merebaknya kasus Covid-19 di beberapa negara, maka kemunculan varian-varian baru pun tidak terhindarkan. Apalagi, masih banyak negara yang belum mendapatkan vaksin secara merata.

Bahkan, beberapa mutasi tersebut terjadi setelah dari virus yang bermutasi. Ya, selama vaksin belum menyebar dengan merata virus Covid-19 memang memiliki potensi besar untuk bermutasi, lantaran kekebalan kelompok atau herd immunity belum terbentuk.

Nah, belakangan ini ilmuwan memperingatkan bahwa kini muncul varian baru Covid-19 bernama B.1.1.529 yang memiliki jumlah mutasi sangat tinggi. Varian ini disebut juga dengan nama Botswana.

Varian B.1.1.529 menjadi ancaman karena dapat mendorong penularan virus lebih lanjut. Ini merupakan turunan dari varian B.1.1.

Kasus pertama ditemukan di Botswana sebanyak 3 kasus. Setelah itu, enam kasus lainnya dikonfirmasi di Afrika Selatan, dan 1 kasus di Hong Kong yang diketahui adalah wisatawan yang baru pulang dari Afrika Selatan.

"Varian B.1.1.529 memiliki 32 mutasi pada spike protein. Mutasi di spike protein dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan menyebar, tetapi juga mempersulit sel kekebalan untuk menyerang patogen," terang laporan The Guardian, dikutip MNC Portal, Kamis (25/11/2021).

Lebih lanjut, dr Tom Peacock seorang ahli virologi di Imperial College London menjelaskan bahwa jumlah mutasi lonjakan yang sangat tinggi pada varian ini bisa menjadi ancaman nyata.

"Varian ini punya mutasi yang sangat banyak, tetapi tidak terlalu menular," terangnya.

Kasus pertama varian Botswana dikonfirmasi pada 11 November 2021. Pada kasus Afrika Selatan, kasus terkonfirmasi 3 hari setelah laporan Botswana keluar.

Kasus di Hong Kong dialami pria 36 tahun yang tes PCR-nya negatif sebelum terbang dari Hong Kong ke Afrika Selatan. Tapi, setelah perjalannya dari 22 Oktober hingga 11 November, saat tes PCR untuk pulang, pria ini dinyatakan positif pada 13 November dan diketahui terpapar varian Botswana dari Afrika Selatan.

"Beberapa ahli virologi fi Afrika Selatan sudah mulai khawatir, terutama peningkatan kasus di Gauteng, yang mana varian B.1.1.529 ditemukan," tambah laporan The Guardian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini