Dokter Sarankan Tak Pakai Baby Walker untuk Mengajari Anak Berjalan

Antara, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 612 2507949 dokter-sarankan-tak-pakai-baby-walker-untuk-mengajari-anak-berjalan-OX5y4RPHGn.jpg Anak belajar jalan (Foto: Healthline)

DOKTER Spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A mengatakan, banyak orangtua yang percaya pada mitos-mitos mengenai tumbuh kembang anak, salah satunya adalah anak dilarang menggunakan tangan kiri untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Dokter lulusan FKUI-RSCM ini mengatakan, masih banyak orangtua yang melarang anaknya menggunakan tangan kiri karena dianggap akan menjadi "kidal".

 anak

Menurut Dokter Mesty, anak yang belum berusia 2 tahun dibebaskan untuk mencoba menggenggam atau menggunakan tangan kirinya saat beraktivitas seperti makan, mencorat-coret serta bermain. Sebab hal tersebut akan berpengaruh pada perkembangan otak kiri dan kanannya.

"Anak butuh memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan dan memang ini harus distimulasi terus. Kalau kita menahan dia untuk menggunakan tangan kirinya, maka otak kanannya akan terhambat perkembangannya," ujar Dokter Mesty dalam webinar Tentang Anak pada Jumat.

Mitos kedua yang sering dilakukan oleh orangtua adalah menggunakan baby walker untuk membantu anak lebih cepat berjalan.

Dokter Mesty mengatakan, penggunaan baby walker tidak direkomendasikan di seluruh dunia sebab menyebabkan banyak kecelakaan pada anak. Tak hanya itu, penggunaan baby walker juga dapat menyebabkan fungsi kaki tidak optimal jika dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu berjalan.

 Baca juga: Marak Perundungan yang Dilakukan Anak, Psikolog: Peran Keluarga Melemah

"Selain bahaya, itu juga menyebabkan fungsi kakinya menjadi tidak natural dan akhirnya menjinjit dan posisi jalannya mungkin tidak seoptimal yang tidak pakai baby walker walaupun tidak semua anak mengalami itu," kata Dokter Mesty.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini