Share

3 Mitos soal Tumbuh Kembang Anak, Pakai Tangan Kiri Tak Selalu Jadi Kidal

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 26 November 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 612 2508019 3-mitos-soal-tumbuh-kembang-anak-pakai-tangan-kiri-tak-selalu-jadi-kidal-Wy0ORheZAF.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memang memiliki banyak budaya dan mitos-mitos yang tersebar. Mitos tersebut merupakan bagian dari budaya yang dimaksudkan untuk membatasi seseorang agar tidak melakukan hal yang dianggap tabu.

Salah satu yang menjadi mitos adalah anak dilarang menggunakan tangan kiri untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pasalnya, selain memang dianggap tidak sopan, menggunakan tangan kiri dianggap bisa membuat anak menjadi kidal.

Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A mengatakan masih banyak orangtua yang percaya bahwa anak yang menggunakan tangan kiri akan menjadi "kidal".

Padahal, menurut dr. Mesty, anak yang belum berusia 2 tahun bisa dibebaskan untuk mencoba menggenggam atau menggunakan tangan kirinya saat beraktivitas seperti makan, mencorat-coret serta bermain. Sebab hal tersebut akan berpengaruh pada perkembangan otak kiri dan kanannya.

Kidal

"Anak butuh memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan dan memang ini harus distimulasi terus. Kalau kita menahan dia untuk menggunakan tangan kirinya, maka otak kanannya akan terhambat perkembangannya," ujar dr. Mesty seperti dilansir dari Antara.

Mitos kedua yang sering dilakukan oleh orangtua adalah menggunakan baby walker untuk membantu anak lebih cepat berjalan. Menurutnya, penggunaan baby walker tidak direkomendasikan di seluruh dunia sebab menyebabkan banyak kecelakaan pada anak.

Tak hanya itu, penggunaan baby walker juga dapat menyebabkan fungsi kaki tidak optimal jika dibandingkan dengan anak yang tidak menggunakan alat bantu berjalan.

"Selain bahaya, itu juga menyebabkan fungsi kakinya menjadi tidak natural dan akhirnya menjinjit dan posisi jalannya mungkin tidak seoptimal yang tidak pakai baby walker walaupun tidak semua anak mengalami itu," kata dr. Mesty.

Lebih lanjut dr. Mesty menyebutkan mitos terakhir yang sering dilakukan oleh para orangtua adalah melarang anak memasukkan tangan ke mulut. dr. Mesty menjelaskan bahwa sampai usia 2 tahun, anak sedang dalam fase oral di mana memasukkan tangan ke dalam mulut adalah hal yang dianggap nyaman.

"Itu tidak perlu dilarang karena memasukkan tangan ke mulut adalah salah satu bentuk soothing," ujar dr. Mesty.

Yang harus dilakukan saat anak memasukkan tangannya ke mulut adalah melakukan observasi atas tindakan tersebut. Orangtua harus memahami apa yang dibutuhkan anak saat itu, apakah ada sesuatu yang tidak terpenuhi atau yang membuatnya merasa tidak nyaman.

"Kita harus observasi, kita harus memahami apa sih sebenarnya kebutuhan anak ini yang tidak terpenuhi dan apa yang membuatnya tidak nyaman dan itu yang harus diatasi," kata dr. Mesty.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini