Share

Begini Beda Varian Omicron dibanding Varian Lainnya, Mutasinya 2x Lipat dari Delta!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 29 November 2021 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 612 2509180 begini-beda-varian-omicron-dibanding-varian-lainnya-mutasinya-2x-lipat-dari-delta-qxDtks4Zrf.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MUTASI virus Covid-19 memperlihatkan betapa pentingnya persebaran vaksin Covid-19. Pasalnya, selama vaksin belum merata ke seluruh dunia, maka ada kemungkinan virus Covid-19 akan mengalami mutasi.

Baru-baru ini, varian dengan kode B.1.1.529 pun muncul dan menyita perhatian dunia. Varian yang disebut sebagai varian Omicron ini pun mendapatkan perhatian dan masuk dalam varian of concern dari WHO.

Beredar kabar varian Omicron ini lebih berbahaya daripada varian Delta yang menyebabkan gelombang kedua Covid-19 di banyak negara, seperti India, Indonesia dan negara-negara di Eropa.

Jika Anda masih bingung, seberapa buruk dan mengkhawatirkannya varian Omicron ini. Merangkum India Times, Senin (29/11/2021) berikut ulasan singkat tiga karakteristik varian Omicron.

Bermutasi lebih banyak

Mutasi Omicron

Dibandingkan virus varian lainnya yang masuk dalam daftar Variants of Concern (VoC), Alpha, Beta, Gamma dan Delta. Omicron ini punya mutasi spike novel tertinggi pada mahkota virus corona. Ini termasuk menunjukkan tekanan seleksi yang signifika dan perbedaan antigenik dari strains sebelumnya.

Nference Labs dalam penjelasannya, menyebutkan Omicron punya 26 mutasi lonjakan yang unik. Sementara selama ini, varian virus Covid lainnya tidak ada yang memiliki lebih dari 10. Penelitian yang dilakukan oleh nference Labs juga memperlihatkan varian Omicron punya kemampuan lebih baik dalam menghindari respon imun dalam tubuh.

Omicron jadi dalang lonjakan kasus di Afrika Selatan

Mutasi Omicron

Seperti halnya varian Delta yang membuat banyak negara, termasuk Indonesia kelabakan karena ledakan kasus yang signifikan sehingga membuat rumah sakit hampir tumbang dan banyaknya kematian. Menurut beberapa laporan, skenario penyebaran serupa sudah mulai terlihat di Afrika Selatan saat ini.

November 2021 ini, terjadi lonjakan kasus di Afrika Selatan, karena varian Omicron menjadi lebih dominan daripada varian Covid lainnya. Dalam data grafik dari GISAID & SGTF garis merah yang menunjukkan varian Omicron masih belum ada sepanjang Januari 2021 hingga Oktober 2021, lalu tiba-tiba melonjak tinggi pada November 2021.

Bukan mutasi ringan

Mutasi Omicron

Menurut epidemiolog, Dr. Eric Feigl-Ding, varian Omicron bukanlah varian ringan yang bisa dipandang sebelah mata. Mutasi yang dimiliki Omicron bukan mutasi ringan, dalam cuitannya dokter Eric menyebutkan Omicron memiliki lompatan dan batas berbeda dari varian SARSCoV2 lainnya.

Mengingat betapa seriusnya varian Omicron, saat ini diketahui negara-negara di Uni Eropa, Israel, bahkan Indonesia sendiri sudah kembali melakukan penutupan perbatasan, sebagai langkah mitigasi penyebaran varian Omicron yang lebih meluas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini