WHO: Baru PCR yang Bisa Deteksi Varian Omicron

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 30 612 2509456 who-baru-pcr-yang-bisa-deteksi-varian-omicron-mXSwQCzV3v.jpeg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VARIAN Omicron atau B.1.1.529 menjadi varian yang memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan varian lainnya. Jika varian Delta memiliki 10 mutasi, maka varian Omicron memiliki 26 mutasi genetik.

Oleh karena itu, Omicron pun disebut sebagai penyebab lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara. Berita baiknya, Indonesia saat ini belum melaporkan adanya kasus varian yang teridentifikasi pertama kali di Afrika Selatan tersebut.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah tes Antigen mampu mendeteksi varian Omicron? Atau hanya PCR yang bisa mendeteksinya?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merespons pertanyaan tersebut. Menurut laporan resmi, hingga saat ini tes PCR yang baru bisa mendeteksi keberadaan varian Omicron di dalam tubuh.

"Tes PCR mampu mendeteksi Omicron, pun varian Covid-19 lainnya termasuk virus SARS-CoV2 secara umum," terang WHO dalam laporan resmi yang dikutip MNC Portal dari Republic World, Selasa (30/11/2021).

Lalu, bagaimana dengan tes Antigen? Apakah benar-benar tak bisa melacak Omicron?

WHO menerangkan bahwa saat ini peneliti tengah melakukan studi terkait hal tersebut. "Penelitian tengah berlangsung untuk mengetahui apakah tes lain, termasuk tes Antigen, dapat melacak Omicron atau tidak," tambah WHO.

Lebih lanjut, penelitian di Afrika Selatan tengah digencarkan untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai varian Omicron. "Temuan penelitian akan kami perbaharui terus kepada masyarakat dunia," sambung WHO.

WHO sendiri hingga saat ini belum dapat memastikan apakah varian Omicron menyebabkan penyakit parah dibandingkan infeksi akibat varian lain. Pun soal seberapa cepat transmisi virus ini menyebar.

Omicron

Di sisi lain, WHO mendesak kepada negara-negara untuk tidak gegabah melakukan pembatasan perjalanan ke Afrika Selatan. Hal ini berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi negara tersebut yang bergantung sekali pada sektor pariwisata.

Sejauh ini, negara yang melakukan pembatasan perjalanan dari dan ke Afrika Selatan adalah Israel, Inggris, Italia, Jerman, Arab Saudi, Oman, dan Kuwait.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini