Share

Ini Bahaya Mutasi Virus Covid-19, Simak Yuk!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 481 2510427 ini-bahaya-mutasi-virus-covid-19-simak-yuk-dTOELkhJ1h.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: VOI)

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 sekaligus Duta Perubahan Perilaku, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan tentang bahaya mutasi virus Corona yang saat ini sedang terjadi di dunia. Menurutnya mutasi yang membuat varian lebih cepat menular dapat menambah beban pada rumah sakit dan juga tenaga kesehatan.

Kondisi ini juga akan membuat pasien rawat inap menjadi melonjak tinggi. Ruang gawat darurat menjadi penuh dan angka kematian meningkat karena tidak mendapatkan perawatan dengan optimal. Terganggunya sistem kesehatan juga akan mengganggu pasien penyakit lain selain Covid-19.

 pandemi Covid-19

"Maka itulah mencegah dan menekan mutasi wajib dilakukan bersama-sama. Caranya dengan tetap lanjutkan ketaatan melakukan protokol kesehatan serta promosikan vaksinasi Covid-19," kata dr. Reisa dalam siaran pers PPKM yang disiarkan di channel YouTube Sekertariat Presiden, Rabu (1/12/2021).

Selain itu, para ahli percaya telah mengidentifikasi banyak mutasi pada varian baru ini terutama pada bagian dari virus yang memasuki manusia yang disebut dengan spike protein. Para ilmuwan mengatakan mutasi serupa juga ditemukan pada varian lain seperti Delta yang membuat penularan menjadi semakin cepat.

Saat ini varian Delta yang pertama kali didokumentasikan di India pada 2020 adalah jenis yang paling dominan. Lebih dari 90 persen data sekuens genetik virus global diidentifikasi sebagai varian Delta. Di situs data sekuens GISAID sudah lebih dari 5,6 juta genom sekuens yang sudah masuk sampai hari ini.

Selain Omicron, WHO juga telah mengidentifikasi varian yang wajib diperhatikan lainnya seperti Alpha, Beta, Gamma, dan Delta serta delapan varian yang telah diteliti terus termasuk Varian of Interest (VOI) sejak Mei 2021, salah satunya adalah Lambda dan MU.

 Baca juga: Arab Saudi Temukan Kasus Pertama Virus Covid-19 Omicron

"Nama-nama yang diberikan ini memang sesuai dengan alphabet Yunani jadi sebaiknya kita bertekat Omicron menjadi alphabet terakhir dalam abjad Yunani yang menjadi perhatian serius," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini