Share

Peneliti Oxford Sebut Vaksin Lama Masih Efektif Lawan Omicron

Muhammad Sukardi, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 612 2510201 peneliti-oxford-sebut-vaksin-lama-masih-efektif-lawan-omicron-unTc7cq5f1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VARIAN Omicron atau yang memliki kode B.1.1.529 memang cukup menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara. Bahkan, beberapa negara sudah mulai menutup pintu masuk bagi turis asing demi mencegah varian ini masuk.

Apalagi, varian Omicron ini disebut lebih berbahaya dibandingkan varian lainnya, meskipun belum ada peneliatian yang lebih mendalam. Pasalnya, mutasi yang terjadi di varian omicron mencapai 26 mutasi, 2 kali lipat lebih banyak ketimbang varian Delta.

Universitas Oxford merilis pernyataan baru terkait efektivitas vaksin Covid-19 'versi lama' terhadap varian Omicron. Peneliti percaya, vaksin Covid-19 'versi lama' masih cukup kuat melindungi tubuh.

"Meskipun muncul varian baru, termasuk Omicron, vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini masih memberikan tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap penyakit parah jika terinfeksi dan sejauh ini cukup baik juga terhadap Omicron," kata juru bicara Oxford University kepada Fox News, dikutip MNC Portal, Rabu (1/12/2021).

Namun, sambung jubir Oxford, jika memang diperlukan 'update' vaksin Covid-19 untuk lebih memastikan tingkat perlindungan terhadap varian Omicron, peneliti Oxford menyanggupinya karena memiliki alat dan prosedur yang berkualitas. Jika diperlukan.

"Kami siap memproduksi vaksin Covid-19 versi terbaru jika diperlukan. Menganalisis varian Omicron perlu kehati-hatian yang ekstra karena varian tersebut sangatlah baru dan belum banyak informasi yang tersedia," ungkap jubir Oxford.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Sementara itu, laman Fox News memberitahu bahwa varian Omicron sudah ada di Belanda sebelum Afrika Selatan melaporkan kasus pertama ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Munculnya laporan ini dianggap memperkeruh timeline kemunculan Omicron di dunia.

Banyak peneliti sepakat bahwa varian Omicron ini memiliki kecenderungan dapat 'lolos' dari antibodi yang sudah terbentuk karena vaksin maupun infeksi alami. Kemampuan menyebar varian Omicron pun diketahui lebih mudah dibanding varian Covid-19 lainnya.

Kemunculan varian Omicron telah memicu kekhawatiran di seluruh dunia, terlebih karakter dari varian ini diketahui dapat melawan antibodi dan karena itu dapat memperpanjang masa pandemi.

Sudah banyak negara yang telah menutup pintunya dari para pendatang dari Afrika maupun negara-negara yang sudah terserang oleh virus Omicron. Negara-negara tersebut diantaranya Inggris, Australia, Amerika Serikat, Arab Saudi, Kanada, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yordania, Maroko, Filipina, Jerman, dan Italia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini