WHO Klaim Kasus Varian Omicron Kebanyakan Masuk Kategori Ringan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 481 2511348 who-klaim-kasus-varian-omicron-kebanyakan-masuk-kategori-ringan-IbM3RqeEl0.jpg Varian omicron (Foto: Antara)

VARIAN Omicron setidaknya telah menyebar ke 23 negara. Akibatnya varian Omicron membuat dunia global kembali siaga terhadap infeksi Covid-19.

Namun di tengah kekhawatiran masyarakat global dan pemerintah banyak negara di dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, sebagian besar kasus varian Omicron sebetulnya adalah kasus ringan atau bahkan tak menunjukkan gejala sama sekali.

 penyebaran varian omicron

WHO menyebutkan, seharusnya vaksin Covid-19 yang saat ini sudah tersedia sebelumnya bisa memberikan perlindungan mumpuni terhadap tingkat keparahan dan kematian.

“Sebagian besar kasus Omicron adalah 'ringan' dan tidak ada bukti varian baru berdampak pada efektivitas vaksin terhadap penyakit serius,” bunyi keterangan seorang pejabat WHO, seperti dikutip Dailymail, Jumat (3/12/2021).

Kepada media Reuters, seorang juru bicara WHO yang tak disebutkan namanya mengatakan data awal menunjukkan memang strain mutan varian Omicron ini lebih menginfeksi orang daripada varian Delta, bahkan pada orang yang telah divaksinasi penuh. Tetapi ditegaskan, sejauh ini tidak ada tanda bahwa vaksin yang ada akan kurang efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian.

Memang sejauh ini, hanya 172 kasus Omicron yang telah dikonfirmasi di Afrika Selatan, meskipun kasus harian telah melonjak 400 persen dalam seminggu menjadi 4.373. Bostwana, negara pertama yang diyakini menjadi tempat pertama kalinya Omicron muncul per 1 Desember kemarin, melaporkan dari 19 kasus positif terkonfirmasi ada 16 kasus yang asymptomatik, alias tanpa gejala.

Tetapi di sisi lain, tingkat rawat inap di rumah sakit akibat Covid-19 diketahui mulai meningkat di Provinsi Gauteng. Catatan resmi pemerintah, pekan ini ada 580 kasus rawat inap. Melonjak 330 persen dari hanya 135 kasus rawat inap di pekan lalu. Tak heran, menjadi memicu pertanyaan tentang seberapa ringan sebenarnya varian Omicron ini.

Dr Maria Van Kerkhove, epidemiolog di WHO pada konferensi pers mengingatkan bahwa 'surveillance bias' bisa meremehkan tingkat keparahan varian Omicron karena karena orang berusia muda telah menjadi penyebar utama strain tersebut.

WHO sendiri, pada Kamis 2 Desember kemarin telah mengonfirmasi varian Omicron telah menyebar ke 23 negara di dunia dan memperingatkan setiap negara di dunia untuk menganggap strain mutasi virus ini adalah masalah serius.

 Baca juga: Lebih 5,5 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca dan Covovax Tiba di Indonesia

Sebagai informasi, saat ini dua produsen vaksin, Moderna dan Pfizer diketahui sudah dalam tahap pengerjaan vaksin Covid yang dapat mengatasi jenis Omicron. Tapi, vaksin ini disebutkan masih belum akan siap hingga pertengahan tahun 2022.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini