Share

Senang Daging Australia, Chef Vindex Tengker: Rib Eye is The Best

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 298 2512278 senang-daging-australia-chef-vindex-tengker-rib-eye-is-the-best-TAp6rle48j.jpeg Hidangan daging iga Chef Vindex (Foto: Intan Afika/MPI)

CHEF Vindex Tengker mengaku lebih senang menggunakan daging sapi dan domba khas Australia. Menurutnya, kualitas daging sapi dan domba dari Australia tak perlu diragukan.

Biasanya, Chef Vindex menggunakan daging khas Australia dari Meat and Livestock Australia (MLA). Selain kualitasnya yang bagus, daging Australia MLA juga sudah terverifikasi halal.

Chef Vindex Tengker

Teksturnya pun selalu berhasil memikat hati para penikmat daging merah. Tak heran jika banyak hotel yang kerap menggunakan daging Australia MLA ini.

"MLA ini sudah halal, hotel pasti selalu memilih daging Australia. Kualitasnya juga tidak diragukan, you know you get the good quality, you have different experiences. This is a good choice untuk memakai daging sapi dan domba MLA," terang Chef Vindex Tengker kepada MNC Portal Indonesia saat Intimate Dinner Chef Take Over di Le Meridien, Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga : Intimate Dinner MLA: Sajian Istimewa Rawon Daging Iga Tanpa Kuah ala Chef Vindex

Daging Iga

Chef Vindex sendiri mengungkap bahwa dirinya lebih menyukai bagian daging rib eye atau yang kerap disebut daging iga sapi. Menurutnya, bagian tersebut memiliki rasa lemak yang gurih dan juicy dibandingkan bagian daging lainnya.

"Kalau buat chef, kita nyarinya tuh rib eye biasanya. Kalau bikin steak, nah rib eye steak is the best karena flavor fat-nya itu bikin enak," katanya.

Baca Juga : Chef Vindex Ungkap Alasan Senang Gunakan Daging Sapi dan Domba Khas Australia

Pria yang pernah memimpin panelis juri ajang MasterChef Indonesia itu menambahkan, selain memiliki tekstur yang lembut, empuk, dan aroma yang khas, rib eye juga dapat diolah dengan mudah. Berbeda dengan sirloin dan secondary cut, kedua bagian daging tersebut membutuhkan marinasi serta waktu yang lama dalam proses pembuatannya.

"Kalau sirloin sebenarnya harus banyak marinasi karena kalau nggak rasanya hambar. Kurang kalau buat saya nggak rich gitu. Tenderloin lembut tapi kayak, kalau nggak ada sausnya just plain. Kalau secondary cut, masaknya lama. Nah, rib eye is the best," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini