Apa Itu Potasium Sianida yang Diduga Diminum Novia Widyasari?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 481 2512246 apa-itu-potasium-sianida-yang-diduga-diminum-novia-widyasari-9aXUEFx3fu.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

NAMA Novia Widyasari Rahayu (23) belakangan sedang menjadi sorotan masyarakat. Dia merupakan seorang mahasiswi yang diberitakan mengakhiri hidupnya di samping makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur.

Perempuan itu diduga bunuh diri lantaran depresi usai diperkosa dan dipaksa menggugurkan kandungannya oleh oknum polisi berinisial RBHS. Diberitakan pula, bahwa ada dugaan Novia meninggal dunia usai menenggak racun berupa potasium sianida.

Sianida

Pasalnya, pihak kepolisian sempat menemukan tiga butir potasium dan botol berupa cairan yang diduga racun. Pil potasium dan cairan minuman diduga racun itu ditemukan di lokasi berbeda, yaitu di tempat sampah rumah Novia dan sekitar makam ayahnya.

Baca Juga : Usut Kasus Novia Widyasari, Polri Bakal Tindak Tegas Bripda Randy

Lantas, apa itu potasium sianida? Berikut informasi lengkapnya, dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (5/12/2021).

Apa itu potasium sianida?

Melansir dari situs CDC, potasium sianida merupakan bahan kimia yang sangat beracun bagi manusia. Potasium sianida ini dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen.

Baca Juga : Novia Widyasari Tewas Bunuh Diri, Sahabat Janji Lanjutkan Perjuangannya

Pada gilirannya potasium sianida mempengaruhi sistem organ yang paling sensitif terhadap kadar oksigen rendah. Mulai dari sistem saraf pusat (otak), sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), dan sistem paru-paru (paru-paru).

Secara komersil, potasium sianida digunakan untuk fumigasi, elektroplating, dan ekstraksi emas dan perak. Bahan kimia ini biasanya berwarna putih dan berupa butiran, kristal padat, kapsul, hingga tablet.

Gejala keracunan potasium sianida

Efek paparan potasium sianida pada tubuh bisa berlangsung sangat cepat. Gejala awal keracunan sianida di antarnya kepala terasa ringan, pusing, napas cepat, mual, muntah, rasa sesak, bingung, gelisah, dan cemas. Keracunan sianida yang parah bisa berkembang menjadi pingsan, koma, kejang otot, kejang-kejang, hingga kematian.

Catatan:

Bila Anda mengalami gejala depresi dan kecenderungan berpikir untuk bunuh diri, sebaiknya segera mencari bantuan kepada tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater. Anda juga bisa menghubungi komunitas kesehatan mental atau orang-orang terdekat yang bisa Anda percaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini