MSG Bisa Jadi Mood Booster, Berapa Sih Takarannya?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 298 2512624 msg-bisa-jadi-mood-booster-berapa-sih-takarannya-nmXhSeeLPX.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAMA pandemi hampir semua orang sering masak di dapur karena lebih aman makan masakan rumahan. Ingin praktis, tak sedikit orang menambahkan MSG ke dalam masakannya.

Namun ada satu pertanyaan yang pasti sering muncul di benak Anda, MSG aman atau tidak sih? Sejak 1988, melalui peraturan no 23, MSG dinyatakan aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa, dengan penggunaan secukupnya dan tidak berlebihan. Kemudian diperbarui dengan Permenkes Nomor 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan dengan isi yang sama yaitu menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa Umami.

Pakar Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Purwiyatno Hariyadi, PhD pun mengatakan, lidah manusia pada dasarnya bisa memiliki kemampuan perasa manis, asam, asin, pahit, umami. Bumbu atau bahan umami ini mampu memberikan cita rasa dan turut memberikan kecukupan asupan pada orang yang memakannya.

"Melalui penelitian yang sahih asupan natrium/Sodium dari garam dapur dapat dikurangi sekira 30% dengan  penambahan sedikit MSG, hal itu sama sekali tidak mempengaruhi tingkat kesukaan," katanya di acara webinar Tren Pangan 2022 Bersama MNG.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik MSG, Ternyata Bisa untuk Pupuk

Faktanya lagi, cita rasa atau kenikmatan bumbu umami, penting membangun rasa happy atau senang dan juga mood booster saat mengonsumsi sesuatu. "Ini juga penting berkenaan dengan kesehatan mental,” ujar Prof Pur.

Prof Pur juga menyatakan, asupan makanan tentu menjadi hal yang penting bagi masyarakat saat ini, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Hal ini juga tak lepas dari kebiasaan generasi milenial yang hobi dan mencoba mengkonsumsi berbagai makanan baru.

Dijelaskan Sub Koordinasi Subtansi Mutu Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Dr. Hera Nurlita, MSG merupakan bagian dari pangan untuk menciptakan makan gizi seimbang. Namun, penggunaan MSG juga harus disertai dengan mengonsumsi makanan beraneka ragam agar asupan yang ada bisa saling melengkapi.

“Makanan memiliki komposisi zat gizi yang berbeda-beda dan satu sama lain saling melengkapi untuk kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Perilaku sadar gizi juga menjadi penting di masa pandemi ini. Terlebih, Dr Hera mengungkap, 10 tahun memperlihatkan tren konsumsi makanan gula garam lemak (GGL) pada remaja ini melebihi kebutuhan dan sangat mengkhawatirkan.

"Secara energi kurang dan ini jadi masalah kesehatan jauh lebih tinggi, seperti hidden hunger. Tentu ibu sebagai pengampu keluarga punya peran besar untuk perbaikan perilaku sadar gizi penting melalui edukasi gizi dan perbaiki pola konsumsi," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini