Varian Omicron Lebih Mudah Serang Balita dan Anak-Anak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 481 2512515 varian-omicron-lebih-mudah-serang-balita-dan-anak-anak-DRQ8bTMrfs.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

AFRIKA Selatan dan beberapa negara lainnya kini berjuang melawan varian Omicron. Pada beberapa laporan menunjukkan peningkatan kasus secara signifikan, dan balita dianggap rentan terinfeksi varian Covid-19 B.1.1.529 ini.

Data Afrika Selatan memperlihatkan bahwa kasus balita yang dirawat di rumah sakit akibat Omicron jumlahnya sangat tinggi, dibandingkan kelompok usia lain. Meski begitu, varian Omicron nyatanya menyerang semua kelompok usia.

"Peningkatan kasus cukup tajam terlihat pada semua kelompok usia, namun Omicron banyak menyerang balita hingga membuat mereka harus dirawat inap di rumah sakit," kata Wassila Jassat, perwakilan Institut Nasional untuk Penyakit Menular, dikutip dari The Sun, Senin (6/12/2021).

Infografis

Secara detail, kelompok balita menduduki posisi kedua setelah kelompok lansia. Data rumah sakit di Afrika Selatan juga memperlihatkan bahwa kelompok usia 10-14 tahun pun angka rawat inapnya tinggi.

Baca Juga : Beda Gejala Varian Omicron pada Orang yang Sudah Divaksin dengan yang Belum

Dari data-data tersebut, dikatakan dalam laporan itu bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Omicron adalah ancaman serius bagi balita maupun anak-anak. Sebab, ada kecurigaan juga bahwa tingginya angka kasus pada balita dan anak-anak akibat tidak diberikannya vaksin Covid-19 pada kelompok usia tersebut.

Baca Juga : Baca Juga : Gejala Omicron Tidak Masuk Akal, Sebabkan Kelelahan dan Denyut Nadi Sangat Tinggi

Namun, tanggapan sebaliknya diutarakan Profesor Christina Pagel, peneliti di University College London, bahwa tingginya kasus Omicron pada balita dan anak-anak itu bukan karena vaksinasi yang tidak diberikan kepada mereka, tetapi Afrika Selatan sendiri memang belum masif vaksinasi untuk kelompok usia lainnya.

"Jika dibandingkan dengan varian lain, Omicron memang menyerang banyak balita dan anak-anak. Ini juga ada peran serta dari kemiskinan yang terjadi di negara tersebut, karena itu mungkin kasusnya akan berbeda pada negara kaya. Menjadi catatan penting, artinya ada yang khas dari Omicron ini dan kami masih belum bisa memastikannya hingga sekarang," tambah Prof Pagel.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini