Banyak Balita Dirawat di RS Akibat Omicron, Vaksinasi Harus Segera Diberikan?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 481 2512528 banyak-balita-dirawat-di-rs-akibat-omicron-vaksinasi-harus-segera-diberikan-ZQAkixQFuw.jpeg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

BANYAK balita Afrika Selatan dirawat di rumah sakit akibat varian Omicron. Kasus pada kelompok usia ini bahkan diketahui dua terbanyak setelah lansia atau mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Data tersebut tapi belum bisa dijadikan kesimpulan bahwa balita lebih rentan terhadap Omicron. Sebab, ada pandangan ahli kesehatan bahwa kejadian tersebut akibat tidak diberikannya vaksin Covid-19 pada kelompok balita.

Tidak adanya proteksi yang dimiliki balita membuat kelompok tersebut banyak terpapar hingga harus dirawat di rumah sakit. Peneliti pun masih terus menggali informasi lebih banyak terkait varian Omicron ini.

Deteksi Covid-19

Sementara itu, Presiden Yayasan Kesehatan Masyarakat India dr Srinath Reddy punya alasan mengapa anak-anak rentan terhadap Omicron.

"Hal ini mungkin terkait dengan mutasi virus Omicron yang lebih kuat sehingga sekalipun anak-anak memiliki jumlah reseptor ACE 2 lebih sedikit, virus Omicron tetap dapat menempel pada sel anak-anak," katanya, dikutip MNC Portal dari laman The Quint, Senin (6/12/2021).

Baca Juga : Varian Omicron Lebih Mudah Serang Balita dan Anak-Anak?

Di sisi lain, menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah dengan munculnya fenomena banyak balita terpapar Omicron hingga harus dirawat di rumah sakit, membuat pemerintah setiap negara harus mempercepat pemberian vaksin Covid-19 pada balita?

Baca Juga : Beda Gejala Varian Omicron pada Orang yang Sudah Divaksin dengan yang Belum

Vaksinasi Covid-19

Dokter Reddy mengatakan, hingga saat ini fokus vaksinasi tetap harus diberikan kepada orang dewasa dan memastikan kelompok itu sudah menerima dua vaksin semua. Ini terkait juga dengan jumlah vaksin yang dimiliki.

"Fokus dulu pada pemberian vaksin dua dosis pada orang dewasa atau mereka yang kekebalannya terganggu, lansia, dan petugas kesehatan. Ini juga berkaitan dengan keterbatasan vaksin Covid-19 yang dimiliki setiap negara," kata dr Reddy.

Pernyataan lain datang dari Ahli Epidemiologi dan Sistem Kesehatan dr Chandrakant Lahariya. Ia menyoroti karakteristik virus yang sejatinya tidak akan berbeda meski sudah bermutasi.

"Semua varian memiliki karakter yang berbeda, tetapi kejadian kasus pada kelompok usia tidak. Jika varian asli banyak memengaruhi usia tua, maka varian berikutnya juga memengaruhi lansia. Anak-anak rentan juga tetapi dalam jumlah yang lebih kecil," katanya.

Ia melanjutkan, sekalipun angkanya kecil tetapi anak-anak tetap harus diberikan perlindungan dalam hal ini vaksin Covid-19.

"Vaksin memberikan perlindungan, menurunkan risiko rawat inap dan kematian pada anak-anak. Ini sudah terbukti. Karena itu, anak-anak butuh vaksin Covid-19 agar dapat mengurangi penularan. Ini pun menjadi penting pada anak-anak yang berisiko tinggi terpapar, vaksinasi penting untuk anak-anak," tambah dr Lahariya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini