Share

Thailand Deteksi Kasus Awal Varian Omicron

Hasyim Ashari, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 481 2512683 thailand-deteksi-kasus-awal-varian-omicron-BpLiTJYIgA.jpg Thailand (Foto: CNA)

SAAT ini Thailand  telah mendeteksi kasus awal varian virus corona Omicron pada seorang warga negara AS yang melakukan perjalanan ke negara itu dari Spanyol akhir bulan lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh pejabat kesehatan, pada Senin (6/12/2021).

Menurut laporan pria itu telah tiba di Thailand pada tanggal 29 November 2021. Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit, Opas Karnkawinpong menjelaskan, dengan adanya temuan kasus Omicron menjadikan Thailand sebagai negara ke-47 yang menemukan varian baru.

 Omicron

"Kasus varian Omicron pertama yang dikonfirmasi ini adalah seorang pria berusia 35 tahun yang merupakan warga negara AS yang tinggal di Spanyol selama setahun," kata Opas seperti dilansir dari Channel News Asia (CNA), Senin (6/12/2021)

Lebih lanjut, Opas menambahkan bahwa otoritas kesehatan Thailand sedang melakukan tes lebih lanjut terhadap orang-orang yang telah melakukan kontak dengan pria itu. Akan tetapi, Opas mengatakan semua kontak sejauh ini berisiko rendah.

Sebelumnya, Thailand telah memberlakukan peraturan yang melarang pelancong dari delapan negara Afrika termasuk Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe pada awal Desember di tengah kekhawatiran tentang varian Omicron.

Opas mengungkapkan bahwa pihak berwenang juga membatasi perjalanan dari negara-negara Afrika lainnya dan memantau lebih banyak kasus potensial di antara pelancong internasional.

Thailand melaporkan 4.000 kasus virus corona baru dan 22 kematian baru pada Senin, menjadikan penghitungan menjadi lebih dari 2,1 juta kasus dan 20.966 kematian sejak pandemi dimulai tahun lalu.

 Baca juga: Heboh Omicron, Ini 2 Alasan Varian Covid-19 Masih Bermunculan

Lebih dari 57 persen orang di Thailand telah menerima 2 dosis vaksin Covid-19, menurut data kementerian kesehatan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini