Panduan IDAI untuk Orangtua saat Hadapi Bencana Gunung Meletus

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 612 2512785 panduan-idai-untuk-orangtua-saat-hadapi-bencana-gunung-meletus-BOfmWAqNWV.jpg Gunung meletus (Foto: MNC portal)

PADA Minggu 5 Desember kemarin, erupsi terjadi di Gunung Semeru. Per hari ini, Senin 6 Desember 2021, Gunung Semeru kembali erupsi sekira pukul 08.55 WIB berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.

Dahsyatnya erupsi Gunung Semeru ini membuat akhirnya status Tanggap Darurat Bencana dampak erupsi Gunung Semeru selama 30 hari terhitung 4 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022 telah ditetapkan oleh Bupati Kabupaten Lumajang, Thoriqul Haq.

 Gunung Semeru meletus

Di saat bencana alam gunung meletus seperti ini, para orangtua harus cermat dan seksama mungkin dalam menjaga anak-anak mereka. Selain tidak panik, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan oleh para orang tua.

Berikut sembilan rekomendasi panduan orang tua untuk anak ketika terjadi bencana gunung meletus dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebagaimana tercantum dalam siaran media yang diterima MNC Portal Indonesia, Senin (6/12/2021).

1. Siaga kabar teranyar: Orangtua harus tetap memantau dan mematuhi peringatan dari pemerintah selama terjadi bencana. Bila dianjurkan oleh pemerintah untuk segera mengungsi, maka lakukan segera dan lebih awal.

2. Pantau kualitas udara: Orangtua sebaiknya memantau kualitas udara di lingkungannya terutama yang berhubungan dengan abu vulkanik.

3. Main indoor: Anak sebaiknya hanya boleh bermain dan beraktivitas di dalam ruangan, dan cegah anak beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari hirupan udara abu secara berlebihan. Agar anak tidak bosan maka sebaiknya orang tua atau anggota keluarga lain membuat dan mengajak anak membuat permainan di dalam ruangan

4. Bersih-bersih: Dianjurkan untuk rutin memberisihkan ruangan untuk mencegah paparan abu di dalam ruangan.

5. Protokol kesehatan: Ingat pandemi Covid-19 belum berakhir, di tengah situasi bencana pun seperti yang sudah dianjurkan oleh Satgas COVID-19, protokol kesehatan wajib dilakukan. Salah satunya tetap wajib mengenakan masker saat harus keluar rumah. Tetap disiplin menjaga protokol kesehatan selama di pengungsian

6. Pakai baju panjang: Abu letusan gunung berapi bisa menimbulkan iritasi kulit, maka sebaiknya anak dipakaikan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk meminimalisasi kontak langsung dengan abu vulkanik dengan kulit. Jangan lupa, pakaikan masker pada anak yang sudah bisa menggunakan masker, karena selain untuk mencegah debu terhirup juga mencegah penularan Covid-19 selama di kamp pengungsian.

7. Pakai kacamata: Gunanya untuk menghindari iritasi mata akibat abu letusan yang pekat, maka anak bisa dipakaikan kacamata.

8. Persiapan obat-obatan: Sebelum mengungsi, orang tua sebaiknya menyiapkan obat-obatan darurat bersama perlengkapan emergensi dalam satu tas darurat.

 Baca juga: Sebelum Gunung Semeru Meletus, Air Sungai Ini Berubah Warna

9. Patuhi aturan: Hindari mengungsi di daerah hilir letusan dan sebaiknya mengungsi di posko resmi sesuai yang sudah ditetapkan oleh pemerintah setempat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini