Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 saat Libur Nataru, Begini Tanggapan Epidemiolog

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 481 2513075 pemerintah-batal-terapkan-ppkm-level-3-saat-libur-nataru-begini-tanggapan-epidemiolog-g04szPfAU0.jpeg Ilustrasi (Foto : Vietnam.plus)

PEMERINTAH telah membatalkan kebijakan PPKM Level 3 di semua wilayah saat Libur Nataru (Natal dan Tahun Baru). Hal ini mendapatkan respon dari epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman.

Menurut Dicky, PPKM berlevel terbukti efektif mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat. Jika tidak diberlakukan pada semua, maka harus ada pembatasan yang berlaku secara umum.

"PPKM Level 1, 2, dan 3 itu sebenarnya sudah cukup memadai (mencegah penularan infeksi Covid-19) asal dilakukan dengan konsisten. Itu saja," kata Dicky saat diwawancarai MNC Portal melalui pesan singkat, Selasa (7/12/2021).

PPKM berlevel bukan hanya dapat menurunkan risiko gelombang ketiga, tetapi memastikan kondisi penanganan pandemi berjalan dengan baik. Meski, kata Dicky, belum bisa kemudian Indonesia merasa aman di saat negara lain bahkan tengah mengalami lonjakan kasus.

Baca Juga : Pemerintah Tak Jadi Terapkan PPKM Level 3 saat Libur Nataru tapi Semua Diperketat

Masker

Dicky melanjutkan, pemberlakukan PPKM berlevel juga harus diimbangi dengan diberlakukannya pembatasan yang bersifat umum, supaya tidak terjadi ketimpangan kondisi antara satu wilayah dengan wilayah lain.

"Kita semua sadar betul bahwa dampak pandemi di luar sektor kesehatan sudah besar, karena itu kestabilan semua sektor harus dijaga dengan benar," ungkap Dicky.

Baca Juga : Diizinkan Kumpul-Kumpul saat Nataru tapi Dibatasi Maksimal 50 Orang

Artinya, sekalipun ada wilayah yang tidak diberlakukan PPKM Level 3 mengingat wilayah tersebut dinilai cukup aman dan terkendali, maka tetap harus memprioritaskan sisi kesehatan.

"Jadi, sekalipun PPKM Level 3 tidak menyeluruh, keseimbangan dengan tetap masif melakukan vaksinasi, 3T, dan 5M harus dijalankan untuk meminimalisir lonjakan kasus yang sangat mungkin terjadi," saran Dicky.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini