Share

Lebih Cepat Menyebar, Varian Omicron Malah Jarang Sebabkan Komplikasi Kesehatan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 612 2513172 lebih-cepat-menyebar-varian-omicron-malah-jarang-sebabkan-komplikasi-kesehatan-yrYCH2HYB0.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

VARIAN Omicron disebut lebih mudah menular, oleh karena itu beberapa negara memutuskan untuk menutup perbatasan dari wisatawan asing. Varian dengan kode B.1.1.529 itu memang menjadi varian yang mengalami mutasi paling banyak, yakni 26 mutasi protein.

Associate Professor Natasha Howard dari Saw swee Hock School of Public Health di National University of Singapore menyebut Omicron lebih mudah menular dibandingkan varian Delta. Meski begitu, Prof Howard mengatakan bahwa varian Omicron tidak memperlihatkan indikasi dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian.

Senada, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengatakan angka kematian akibat varian Omicron rendah. Untuk itu, masyarakat diminta untuk jangan panik meski tetap harus waspada.

Prof Beri, sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa pada banyak kasus orang yang terpapar varian Omicron itu menunjukkan gejala ringan bahkan tanpa gejala. Angka rawat inap pun rendah.

"Varian ini memang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Tetapi, kebanyakan kasusnya adalah ringan, bahkan tanpa gejala. Angka rawat inap dan kematian karena Omicron juga rendah," terang Prof Beri di cuitan Twitter pribadinya, @ProfesorZubairi, belum lama ini.

Di keterangannya itu dia pun berharap kepada masyarakat untuk tetap waspada sekalipun varian Omicron ini tak terlalu mengancam nyawa. "Meski begitu, tetap pakai masker Anda, waspada, namun jangan panik," sarannya kepada masyarakat.

Di sisi lain, beberapa ahli kesehatan pun menyampaikan pandangannya bahwa orang yang sudah divaksin lalu terpapar Omicron, gejala yang diderita cenderung ringan. Juga, mereka tidak mengalami komplikasi kesehatan.

"Pasien Omicron yang sudah divaksin sejauh ini tidak mengalami komplikasi kesehatan," kata dr Angelique Coetzee, ketua nasional Asosiasi Medis Afrika Selatan, berkata pada CNN, dikutip MNC Portal dari Web MD, Selasa (7/12/2021).

Hal itu memberikan gambaran juga bahwa vaksin Covid-19 yang ada saat ini efektif dalam melindungi manusia dari penyakit serius akibat varian baru, termasuk Omicron.

Dokter Angelique juga menuturkan bahwa pasien-pasien Omicron yang dirawatnya, yang sudah divaksin dosis lengkap, menunjukkan gejala ringan atau tidak terlalu sakit. Namun, ia tak bisa menjamin informasi itu akan terus begitu seiring berjalannya waktu atau tidak.

"Ini masih sangat awal tapi kabar tersebut membuat kami cukup tenang," tambah dr Angelique. Sejauh ini, kebanyakan Omicron terdeteksi pada usia muda. Itu juga yang membuat peneliti perlu mengumpulkan data lebih banyak, karena belum diketahui pasti bagaimana jika lansia terpapar Omicron.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini