Pentingnya Mengelola Sampah agar Tak Jadi Sumber Penyakit

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 612 2513299 pentingnya-mengelola-sampah-agar-tak-jadi-sumber-penyakit-zYmWLkOAju.jpg Sampah (Foto: CBC)

SAMPAH merupakan masalah lingkungan yang sering dihadapi masyarakat. Sampah jika tak diatasi dengan baik bisa jadi sumber penyakit dan sumber pencemaran lingkungan.

Seperti halnya volume sampah di Desa Ranuklindungan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur meningkat. Hal itu terjadi lantaran belum tersedianya TPA di area Timur Kabupaten Pasuruan.

Agar sampah tak jadi sumber penyakit, maka seorang aktivis lingkungan lokal, Joyo Purnomo tergerak untuk mengatasi masalah sampah tersebut agar tak jadi sumber penyakit bagi masyarakat.

Ia dan warga desa bersama bersama PT Indonesia Power (IP) Grati POMU melakukan pengelolaan sampah agar sampah lebih berguna dan tak mencemari lingkungan.

 mengelola sampah

Joyo Purnomo yang merupakan binaan dari IP menginisiasi berdirinya Rumah Kompos Power Green Desa Ranuklindungan. Berdirinya rumah kompos itu untuk mengelola sampah agar dapat menguntungkan, baik lingkungan maupun perekonomian masyarakat.

"Rumah Kompos Power Green Desa Ranuklindungan menjadi pengelola sampah organik pertama di Kecamatan Grati dan menyuplai kompos di area Pasuruan Timur," terang Purnomo.

Ia mengatakan, permasalah sampah di daerahnya tak hanya karena belum tersedianya TPA di area Timur Kabupaten Pasuruan. Namun, juga karena sampah organik PLTGU Grati dan Desa Ranuklindungan yang tidak terkelola.

Untuk itulah, Purnomo bersama warga Desa ingin mengatasi masalah sampah tersebut lewat Rumah Kompos Power Green. Tak hanya soal sampah, Rumah Kompos itu juga mampu memberdayakan 28 orang lansia dan 4 orang pemuda.

Hal itu dilakukan karena minimnya tambahan pendapatan untuk masyarakat Desa Ranuklindungan. Rumah Kompos Power Green pun mampu membantu perekonomian warga sekitar.

"Tambahan pendapatan bagi pengelola Rumah Kompos Power Green sebesar 4,2 juta per kelompok per bulan," kata Purnomo.

Purnomo menjelaskan, Rumah Kompos Power Green terintegrasi dengan program Dewi Endang Sukarni atau Desa Wisata Enak dipandang suka warna-warni. Rumah Kompos Power Green juga menghasilkan berbagai produk.

Produknya mulai dari kompos 100 persen organik kering dan media tanam 17 persen tanah humus, 33 persen pupuk kandang, dan 50 persen kompos. Rumah Kompos Power Green juga menghasilkan pupuk cair yakni lindi hasil pengolahan kompos Perintis.

Selain itu, Rumah Kompos ini juga punya keunikan lainnya. Keunikan tersebut yakni bahan bakar mesin pencacah kompos yang menggunakan solar hasil pirolisis sampah plastik.

 Baca juga: Yuk Ajarkan Anak Memilah Sampah Plastik

"Kehadiran Rumah Kompos Power Green ini sangat berarti. Tak hanya mengatasi sampah dan menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan, namun juga mampu mengatasi masalah ekonomi yang ada di desa ini," kata Purnomo.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini