Omicron Lebih Mudah Menular Dibanding Varian Delta, Bisa Menginfeksi Penyintas!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 481 2513663 omicron-lebih-mudah-menular-dibanding-varian-delta-bisa-menginfeksi-penyintas-UK4UJqZd2m.jpg Ilustrasi (Foto : Livescience)

SINGAPURA menjadi salah satu negara yang telah memiliki kasus varian Omicron. Terkait dengan perkembangannya, Kementerian Kesehatan Singapura mengeluarkan pernyataan cukup berani menyoal varian Omicron.

Menurut mereka, varian Omicron lebih mudah menular dan meningkatkan risiko infeksi berulang lebih tinggi dibandingkan varian Delta dan Beta.

"Artinya, orang yang sudah pulih dari Covid-19 bisa terinfeksi lagi karena Omicron," terang Kemenkes Singapura dalam keterangan resminya, dikutip MNC Portal dari NDTV, Rabu (8/12/2021).

Omicron

Singapura sendiri belum lama ini melaporkan kasus Omicron baru pada Minggu (5/12). Ia adalah penduduk Singapura berusia 37 tahun dan sudah divaksinasi, berada di penerbangan yang sama dengan dua kasus Omicron sebelumnya yang baru tiba dari Afrika Selatan pada 1 Desember.

Baca Juga : Pria Lebih Mudah Menyebarkan Covid-19 dibanding Perempuan?

Negara tersebut terus memperbaharui informasi soal Omicron dibantu para ahli dari negara-negara yang terkena dampak Omicron. Tinjauan kasus dari Afrika Selatan pun terus dilakukan.

"Informasi terus kami perbaharui, meski masih banyak pertanyaan yang belum ada jawaban jelasnya," ungkap Kemenkes Singapura.

Baca Juga : WHO: Varian Omicron Bisa Lebih Dominan dari Delta

Kini, Singapura tengah melakukan studi terkait efektivitas vaksin Covid-19 yang sudah ada terhadap varian Omicron. "Tetapi, para ahli meyakini bahwa vaksin yang ada masih cukup kuat melindungi orang dari penyakit parah akibat infeksi Omicron," tambah Kemenkes Singapura.

Pemberian vaksin booster pun dilakukan di Singapura dengan berlandaskan bahwa booster dapat memberi pertahanan lebih kuat sehingga melindungi seseorang dari varian Covid-19 yang ada pun yang akan datang.

"Soal seberapa berbahaya Omicron, sejauh ini diketahui bahwa varian B.1.1.529 ini gejalanya ringan dan tidak ada kematian karenanya," terang Kemenkes Singapura.

Gejala yang paling sering dilaporkan adalah sakit tenggorokan, kelelahan, dan batuk. Meski begitu, informasi lebih banyak diperlukan untuk memberi kejelasan terkait varian Omicron ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini