Epidemiolog Jelaskan Kondisi Varian Omicron di Australia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 481 2513849 epidemiolog-jelaskan-kondisi-varian-omicron-di-australia-w45xbolnBS.jpg Varian omicron (Foto: The independent)

EPIDEMIOLOG dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memberikan penjelasan tentang kasus Covid-19 akibat varian Omicron yang terjadi di Australia.

Ia membenarkan bahwa saat ini sudah terdapat tujuh kasus akibat varian dengan kode B.1.1.529 di Australia. Meski demikian, penemuan kasus tersebut terjadi di wilayah perbatasan atau pintu masuk menuju Australia.

 Omicron

“Kasus di Australia masuk memang sekarang sudah tujuh. Tapi kan itu di hotel karantina alias pintu masuknya,” terang Dicky, saat dihubungi MNC Portal, beberapa waktu lalu

Dalam kesempatan tersebut, Dicky pun memberikan perbedaan mengenai penanganan deteksi virus di Australia dengan yang terjadi di negara lain. Menurutnya, negara kanguru tersebut memiliki pintu masuk yang ketat terutama dengan aturan karantina.

Selain itu whole genome sequencing (metode deteksi varian baru) juga ketat hingga mencapai angka 20 persen kemampuan surveilans genomicnya.

“Artinya sudah terjaga dari sebelumnya terdeteksi di pintuk masuk. Australia level transmisinya ada di satu dan dua, artinya kasus infeksinya ada di pintu rumah (perbatasan) bukan di dalam rumah (dalam negara),” tambah Dicky.

Lebih lanjut Dicky mengatakan meski varian baru terdeteksi di pintu masuk perbatasan, namun tidak menutup kemungkinan bagi virus untuk menyebar masuk. Oleh sebab itu, respons yang sudah dimiliki oleh Australia adalah cakupan vaksinasinya sudah 80 persen. Bahkan New South Wales sudah mencapai 90 persen ke atas.

“Jadi ini yang membuat negara-negara tersebut lebih percaya diri serta memiliki bekal yang lebih kuat. Dalam artian jumlah orang yang memiliki imunitasnya lebih banyak. Kondisi inilah yang harus dikejar Indonesia. Inilah yang membedakan Australia dengan beberapa negara di Eropa,” sambungnya.

Ia menambahkan saat ini ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk mencegah masuknya varian Omicron ke Tanah Air. Caranya dengan memperketat karantina, yang semula tujuh hari, ditambah kembali menjadi 14 hari. Sementara hal lainnya adalah menjaga konsistensi dan kebijakan.

 Baca juga: Omicron Lebih Mudah Menular Dibanding Varian Delta, Bisa Menginfeksi Penyintas!

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini belum ada konfirmasi kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron di Indonesia. Meskipun varian ini telah terdeteksi di dua negara tetangga yakni Singapura dan malaysia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini