Share

Desainer Perempuan Ini Bakal Bawa Batik Madura di Fashion Show New York dan LA

Tim Okezone, Okezone · Rabu 08 Desember 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 612 2513909 desainer-perempuan-ini-bakal-bawa-batik-madura-di-fashion-show-new-york-dan-la-q6USmbdMgy.jpg Motif batik madura (Foto: Pinterest)

BATIK merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh Unesco. Bukan hanya di Asia, batik pun telah berkeliling dunia dan dikenakan banyak tokoh terkenal.

Bahkan, beberapa tahun terakhir batik kerap tampil dalam pameran busana terkenal seperti New York Fashion Week hingga Paris Fashion Week. Batik pun mulai mendapat tempat di hati para penggemar fashion internasional.

Oleh karena itu, desainer Natalia Yaya lewat jenama NataliaYaya Designs L.L.C akan memamerkan Batik Madura lewat fashion show dan kreasi Batik Indonesia di Amerika Serikat pada Oktober 2022.

"Menurut pengalaman saya setelah mengikuti Fashion Show di New York dan Los Angeles, Batik Madura corak Floral dan Binatang sangat disukai oleh penonton dengan warna yang cerah seperti merah, biru, hijau, dan warna cerah lainnya. Maka dari itu saya membawa desain baju batik dengan warna cerah, bukan hanya batik warna tanah," kata Natalia seperti dilansir dari Antara.

Natalia Yaya

Bertepatan dengan hari Batik Nasional di bulan Oktober tahun 2022 yang akan datang, Natalia, di bawah bendera baru perusahaannya di Amerika Serikat yang bertajuk NataliaYaya Designs L.L.C. akan bekerja sama dengan There and Back LLC, perusahaan perencana dan konsultan event Amerika menyelenggarakan acara tersebut.

Selain mengangkat citra Batik di kalangan Diaspora muda Indonesia dan pecinta Batik pada umumnya di Amerika, acara juga diharapkan untuk membantu mengangkat perekonomian dari para pengrajin Batik, khususnya mereka yang berlokasi di Kabupaten Pamekasan Madura.

Selain itu, ke depannya Natalia juga bercita-cita untuk memperluas cakrawala desainnya dengan menggarap kain-kain tradisional Indonesia lainnya. Bakat Natalia dalam seni dan rancang busana diturunkan oleh sang ibunda yang di masa hidupnya dahulu berprofesi sebagai perancang busana pengantin di wilayah Timur DKI Jakarta.

Natalia, yang sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Jayabaya ini sedari kecil telah membangun impiannya sebagai perancang busana. Kecintaan pada dunia fashion inilah yang membuat dirinya lebih memilih sebagai seorang fashion designer ketimbang berkarier sebagai lawyer.

Perkenalannya dengan Batik, khususnya Batik Madura, dimulai sejak awal tahun 2000. Batik tidak hanya menjadi komoditi komersial penunjang hobi dan finansial keluarga, namun juga menjadi bagian dari lifestyle sehari-hari Natalia dan kedua putrinya.

Di awal tahun 2005, Natalia mulai melebarkan kiprahnya ke panggung internasional. Dimulai dari pasar Indonesia, brand miliknya, House of Kebaya by NataliaYaya, mulai merambah ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Gaya desainnya yang unik, dimana ia memadukan warisan budaya tradisional Timurnya, Batik Indonesia, dengan asesoris modern dunia Barat, telah menjadi ciri khas rancangan Natalia.

"Sejak masih muda saya sangat suka dengan western style. Maka, maksud dari East Meets West ini adalah Batik Tradisional Indonesia saya padu padankan dengan gaya Barat mengikuti empat musim yang ada di Amerika, seperti contoh baju Batik Madura saya desain dengan model summer dress, winter coat, cowboy style, western gown mix kebaya, dan lain sebagainya," ucap Natalia.

Natalia senantiasa membawa falsafah rancangnya yakni "East Meets West" sejak acara Fashion Show di New York City (2018) maupun di acara khusus yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat (2021). Beragam rancangan Batik Madura hasil karya Natalia dapat dilihat di galeri ITPC (International Trade Promotion Center) Los Angeles, Amerika Serikat, maupun di galeri pribadinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini