Share

Perpustakaan Digital Dorong Minat Baca Milenial, Makin Praktis!

Helmi Ade Saputra, Okezone · Kamis 09 Desember 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 08 612 2514129 perpustakaan-digital-dorong-minat-baca-milenial-makin-praktis-68buJ0BH0x.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BICARA tentang perpustakaan, bayangan Anda tentu ingat dengan tumpukan buku-buku di rak dan mendapati suasana hening saat berkunjung. Tapi nampaknya hal itu tak lagi menjadi ciri khas perpustakaan.

Perpustakaan pun kini mulai berbenah dengan konsep digital. Konsep ini  lebih praktis dan disukai milenial.

Tak hanya itu, masih ada sederet fakta lain tentang perpustakaan yang akan diulas Okezone berikut ini.

Berapa jumlah perpustakaan?

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Deni Kurniadi mengatakan, saat ini ada total 164.610 perpustakaan berbagai jenis, meski jumlah terbesar sekira 40 persen berada di Pulau Jawa.

"Kita terus dorong yang di luar Pulau Jawa juga bisa memiliki dan memanfaatkan perpustakaan dengan lebih maksimal,” katanya saat Talkshow Meniti Jalan Literasi Untuk Wujudkan SDM Unggul Indonesia Maju”

Namun demikian, data di 34 provinsi di Indonesia juga sudah memiliki Dinas Perpustakaan. Dan dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 493 Dinas Perpustakaan sudah dibentuk, dan sekitar 23 ribu perpustakaan desa sudah dibangun.

“Artinya, Perpustakaan Nasional sebagai pembina perpustakaan sudah tidak sendiri. Kita sudah punya partner dengan daerah, yang sama-sama mengembangkan,” lanjutnya.

Buku-buku digital

Saat ini untuk memenuhi kebutuhan milenial, yang lebih condong dengan kebutuhan audio visual, Perpusnas juga menyediakan akses digital seperti aplikasi dan buku-buku digital. Tentu cara ini lebih praktis dan menarik minat pengunjung di zaman serba digital.

“Jadi pada masa pandemi ini, karena tidak bisa datang ke perpustakaan, melalui layanan digital ini, perpustakaan yang akan datang ke masyarakat,” sambungnya.

Baca Juga: Uniknya Perpustakaan Mini Berbahan Limbah Kayu di Semarang hingga Raih Penghargaan Internasional

 

Pusat pengembangan kreativitas

 

Deni menambahkan, perpustakaan di Indonesia kini tak lagi hanya sekedar menjadi pusat informasi bahan kepustakaan. Tapi juga berkontribusi membangun masyarakat berpengetahuan melalui ikhtiar kolektif untuk menumbuhkan tradisi dan budaya baca masyarakat.

“Sebagai pusat ilmu pengetahuan, Perpusnas juga mampu mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat. Juga, perpustakaan pengembangkan potensi literasi masyarakat sesuai dengan kebutuhan setempat. Perpustakaan juga adalah pusat kebudayaan, untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan,” jelasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Wadah melatih keterampilan

 

Deni juga menggarisbawahi bahwa perpustakaan kini juga sudah berkontibusi nyata untuk masyarakat. Yakni sebagai wadah atau tempat yang bisa digunakan untuk melatih keterampilan, ruang belajar serta berekspresi

“Hal ini terbukti dari meningkatnya kunjungan pemustaka ke perpustakaan, peningkatan pelibatan masyarakat dalam kegiatan perpustakaan, dan peningkatan ekspos media terhadap aktivitas  perpustakaan.

 

Bisa jadi tempat berkumpul keluarga untuk belajar

Saat punya waktu senggang, tak ada salahnya orangtua mengajak anaknya ke Perpusnas. Karena banyak kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan anak saat ini.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, orangtua berperan besar menumbuhkan minat baca anak. Gerakan ini harus sampai ke generasi terkecil sedini mungkin.

“Peran keluarga, peran sekolah dan komunitas menjadi tiga pilar yang sangat penting dalam merancang masa depan anak-anak kita, dengan tingkat literasi yang tinggi," tutupnya.

Perlu diingat, selama pandemi pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan. Perpusnas pun membatasi jumlah kunjungan per hari hanya 2.000 dari kapasitas 20.000 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini