Akhirnya, China Beri Persetujuan Darurat untuk Obat Covid-19 Antibodi Monoklonal

Hasyim Ashari, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 481 2514479 akhirnya-china-beri-persetujuan-darurat-untuk-obat-covid-19-antibodi-monoklonal-Raunh9WBlz.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: VOI)

BADAN Pengawas Obat China telah memberikan persetujuan darurat untuk obat Covid-19 pertamanya di tengah kekhawatiran atas varian baru Omicron. Obat tersebut diklaim dapat mengurangi jumlah pasien rawat inap dan kematian.

Langkah persetujuan ini dilakukan ketika badan regulator obat di seluruh dunia berlomba-lomba untuk memberikan lampu hijau terhadap obat untuk mencegah infeksi Covid-19. Terutama untuk kelompok usia yang beresiko tinggi di tengah gelombang Covid-19 varian Omicron.

obat Covid-19 

Selain itu, China juga saat ini tengah berupaya untuk mengembangkan pengobatannya terhadap Covid-19, di tengah penilaian vaksinnya yang diklaim tingkat kemanjurannya lebih rendah daripada banyak vaksin yang dibuat di Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam pemberitahuan resmi yang diterbitkan, Administrasi Produk Medis Nasional China mengatakan telah memberikan persetujuan darurat untuk penggunaan obat Covid-19 antibodi monoklonal.

Antibodi monoklonal adalah sejenis protein yang menempel pada protein lonjakan virus corona, sehingga mengurangi kemampuannya untuk memasuki sel-sel tubuh.

Perawatan tersebut melibatkan kombinasi dua obat, diberikan melalui suntikan, dan dapat digunakan untuk mengobati kasus-kasus tertentu yang berisiko berkembang menjadi lebih parah. Obat tersebut dikembangkan bersama oleh Universitas Tsinghua, Rumah Sakit Rakyat Ketiga Shenzhen dan Brii Biosciences.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), Kamis (9/12/2021), berdasarkan data percobaan yang dihimpun dari Universitas Tsinghua menunjukkan bahwa kemanjuran obat antibodi monoklonal buatannya dapat mengurangi resiko rawat inap dan kematian hingga 80 persen.

 Baca juga: Ada 4 Kasus Omicron di Bekasi, Satgas Covid-19 Sebut Hanya Kesalahpahaman

Sebuah laporan media pemerintah bulan lalu menambahkan bahwa pengobatan tersebut juga telah digunakan pada pasien yang terinfeksi wabah lokal.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini