Viral Hoax Ada Warga Terpapar Omicron, Pemprov DKI Jelaskan 7 Jenis Disinformasi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 09 Desember 2021 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 612 2514497 viral-hoax-ada-warga-terpapar-omicron-pemprov-dki-jelaskan-7-jenis-disinformasi-g0Ba9lm0Og.jpg Varian omicron (Foto: DW)

BEBERAPA waktu lalu masyarakat di Tanah Air digemparkan dengan beredarnya hoax dalam berita yang berjudul ‘Kadinkes Bekasi Temukan 4 Warga DKI Terpapar Omicron Usai Bepergian dari Luar Negeri’ kabar ini beredar di media sosial dan media masa setelah diunggah oleh laman resmi Pemerintah Kota Bekasi pada Selasa 7 Desember 2021.

Faktanya berdasarkan hasil klarifikasi terakhir ke Litbangkes Kementerian Kesehatan pada Rabu 8 Desember 2021 pukul 14.30 WIB, belum ditemukan kasus varian Covid-19 Omicron di DKI Jakarta. Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara aktif melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memeriksa Varian of Concern (VOC).

 hoax

Setidaknya sudah 2.500 spesimen yang diperiksa dengan hasil 40 persen diantaranya adalah VOC dan tidak ditemukan varian Omicron. Melihat kondisi ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui laman Instagram resminya, @dkijakarta, Kamis (9/12/2021), mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar dan waspada terhadap tujuh jenis disinformasi, di antaranya:

1. Konten buatan (Fabricated content), konten baru yang dibuat dan didesain untuk menipu dan merugikan.

2. Konten manipulasi (Manipulated content) ketika informasi dimanipulasi untuk merusak atau menipu.

3. Konten tiruan (Imposter content) ketika sumber asli ditiru.

4. Konteks yang salah (False content) ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah.

5. Konten atau informasi sesat (Misleading content) penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

6. Informasi tidak berhubungan (False connection) ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten.

7. Sindiran atau parody (Satire/parody) tidak ada niat untuk merugikan namun berpotensi untuk mengelabui.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini