Share

Sering Menyerang Orang di Usia 40 Tahun, Begini Cara Deteksi Dini Kanker Usus Besar

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 12 Desember 2021 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 612 2515790 sering-menyerang-orang-di-usia-40-tahun-begini-cara-deteksi-dini-kanker-usus-besar-Kb4Q3f0PHi.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER memang menjadi penyakit menakutkan yang belum memiliki obat. Kesembuhan pasien kanker pun sangat bergantung dengan penanganannya. Jika ditangani sejak awal, maka kesempatan untuk sembuh pun semakin besar.

Salah satu kanker yang sering menyerang adalah kanker usus besar. Kanker usus besar sebagian besar muncul akibat gaya hidup. Oleh karena itu, kebutuhan makanan berserat seperti buah dan sayur harus terpenuhi setiap harinya.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Pusat, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP, menyarankan siapa pun memeriksa tinja secara berkala saat buang air besar sebagai salah satu cara untuk mendeteksi kemungkinan kanker usus besar.

"Biasakan intip kotoran, jangan sampai kecolongan ada darah dalam kotoran tapi tidak diperhatikan," kata dokter Aru seperti dilansir dari Antara.

Kanker

Di negara barat, kanker ini biasanya terjadi pada orang-orang di atas 50 tahun. Namun, di Indonesia kanker usus besar bisa terjadi pada orang-orang yang lebih muda, mereka yang berkepala empat. Dia menganjurkan orang-orang usia 40-an untuk melakukan kolonoskopi untuk mendeteksi adanya kanker usus besar.

"Kalau memang belum ada aksesnya, maka kita upayakan supaya periksa kotoran sekali setahun untuk melihat apakah ada darah samar," katanya.

Aru mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker usus besar karena akan lebih mudah ditangani ketika ditemukan semakin cepat. Apalagi perkembangan tumor menjadi kanker ini memakan waktu relatif lama, antara lima hingga lima belas tahun.

"Jadi harus bisa mendeteksi lebih dini sehingga harapan hidup akan lebih baik daripada baru ketahuan dalam stadium lanjut," jelas staf senior Divisi Hematologi Onkologi Medik, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Khusus untuk buah, dia menyarankan untuk mengonsumsi tak hanya jus, tetapi juga ampas yang biasa dibuang saat membuat jus agar seratnya bisa diserap oleh tubuh. Makan berserat lain seperti agar-agar atau puding juga dapat menjadi pilihan santapan sehari-hari.

Tempe yang mengandung probiotik juga disarankan demi kesehatan usus. Khusus untuk minuman yang mengandung probiotik, dia mengingatkan untuk melihat kandungan gula di dalamnya. Bila kandungan gulanya tinggi, tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak.

Kanker usus besar, kata Aru, dulu tidak masuk hitungan di Indonesia namun saat ini sudah menempati posisi keempat di Tanah Air, mengikuti kanker payudara, serviks dan paru. Penyakit ini membutuhkan pembedahan sebagai terapi utama yang bisa mengatasi kanker secara tuntas.

Aru memaparkan, 60 persen masalah kanker bisa diselesaikan dengan pembedahan. Semakin tinggi stadium, penanganannya akan lebih sulit. Ini juga berhubungan dengan angka harapan hidup. Dia mengatakan, pengobatan yang sama ketika diberikan kepada pasien yang berbeda dapat menghasilkan respons yang bervariasi.

"Saat ini muncul pendekatan baru yang disebut sebagai personalized medicine atau pengobatan secara individual. Pengobatan secara individual ini salah satunya dilakukan dengan melakukan pemeriksaan marker kanker. Pengobatan individual umumnya akan memberikan hasil yang lebih baik pada pasien."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini