Share

Mengenal 4 Area Perkembangan Anak yang Harus Dikembangkan

Tim Okezone, Okezone · Minggu 12 Desember 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 612 2515804 mengenal-4-area-perkembangan-anak-yang-harus-dikembangkan-aN9m8sD5oR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TUMBUH kembang anak memiliki empat area perkembangan yang harus diperhatikan. Keempat area tersebut yakni bicara dan bahasa, motorik kasar, motorik halus dan sosioemosional.

Dokter spesialis rehabilitasi medis dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Amien Suharti, Sp.KFR menjelaskan, bicara dan bahasa yaitu kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, dan mengikuti perintah.

"Motorik kasar, yaitu kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikapuh yang melibatkan dan sikapuh tubuh yang melibatkan otarot-otot besar," kata dia seperti dilansir Antara dalam siaran pers RSUI.

Sementara motorik halus, yaitu kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Area keempat, sosio-emosional yaitu kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Anak-Anak

Menurut Amien, apabila terdapat gangguan tumbuh kembang anak, maka prinsip tata laksana rehabilitasi medik mengoptimalkan kemampuan individu untuk mempertahankan dan mencapai tingkat fungsi fisik, mental, emosional, sosial dan kambang lebihid.

Dalam penanganan masalah disabilitas, dokter rehabilitasi medik akan melakukan asesmen apakah ada gangguan fungsi komunikasi atau gangguan fungsional aktivitas sehari-hari.

Setelah diasesmen, dokter akan menentukan intervensi apa yang dapat diberikan kepada pasien, yang diantaranya bisa bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Amien mengatakan, di sini, sangat mendukung penting. Stimulasi yaitu proses yang berhubungan sejak hubungan antar sel otak yang dilakukan secara terus menerus, yang dapat mengembangkan berbagai kemampuan anak melalui pembentukan sirkuit otak.

“Dengan stimulasi yang cukup serta nutrisi yang baik, sinap akan berkembang pesat dan jalinan saraf lebih luas, yang pada akhirnya berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak,” kata Amien.

Dalam kesulitan mencoba sensori anak, fokus di terapi medis medis yaitu memunculkan motivasi anak untuk bermain interaktif dan artinya aktif dari pasien yang diterapi juga penting.

“Penanganan disabilitas pada anak dengan tata laksana yang tepat dapat mengembalikan kemampuan fungsional dan partisipasi anak sesuai usia. Hal yang menarik setiap anak memiliki potensi, walaupun mungkin dia adalah seorang anak penyandang disabilitas, ”demikian kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini