Share

6 Fakta Varian Omicron Terbaru dari WHO

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Senin 13 Desember 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 612 2516263 6-fakta-varian-omicron-terbaru-dari-who-UuOYHtBwEm.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

ADANYA Varian Omicron atau B.1.1.529 memang membuat beberapa negara memilih untuk menutup pintu masuk bagi para wisatawan asing. Bahkan, Indonesia pun memilih untuk tidak mengirimkan wakil di turnamen Badminton lantaran adanya varian omicron ini.

Bukan tanpa sebab, pasalnya varian omicron ini disebut lebih mudah menular dan menjadi penyebab kenaikan kasus di beberapa negara. Kabar baiknya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa varian ini tidak lebih mematikan dibandingkan varian Delta yang sempat menyebabkan kenaikan angka Covid-19 beberpa bulan lalu di Indonesia.

Merangkum dari Livemint, Senin (13/12/2021), WHO merilis beberapa sorotan terkait dengan varian Omicron dari 'Ringkasan Teknis dan Tindakan Prioritas untuk Negara Anggota', di antaranya adalah:

1. Pada 9 Desember 2021, kasus infeksi manusia dengan varian ini telah diidentifikasi di 63 negara di enam wilayah WHO.

2. Ancaman keseluruhan yang ditimbulkan oleh Omicron sangat bergantung pada tiga pertanyaan kunci, di antaranya: Seberapa menularkan varian tersebut? Seberapa baik vaksin dan infeksi sebelumnya melindungi terhadap infeksi, penularan, penyakit klinis dan kematian? Dan Seberapa ganas suatu varian dibandingkan dengan varian lainnya?

3. Berdasarkan bukti terbatas saat ini, Omicron tampak memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan varian Delta. Penyebaran Omicron lebih cepat daripada varian Delta di Afrika Selatan. Di mana sirkulasi varian Delta rendah, tetapi tampaknya menyebar lebih cepat daripada di negara lain seperti di Inggris.

4. Data keparahan klinis Omicron masih terbatas. Sementara temuan awal dari Afrika Selatan menunjukkan varian ini mungkin memiliki tingkat kesakitan lebih rendah daripada Delta. Semua kasus yang dilaporkan di UE/EEA hingga saat ini ringan atau tanpa gejala.

5. Bukti awal, dan profil antigenik protein spike Omicron yang sangat berubah, menunjukkan penurunan kemanjuran vaksin terhadap infeksi dan transmisi yang terkait dengan Omicron. Ada beberapa bukti awal bahwa kejadian reinfeksi telah meningkat di Afrika Selatan, yang mungkin terkait dengan penghindaran imun humoral (diperantarai antibodi).

6. Akurasi diagnostik dari tes PCR dan tes diagnostik cepat berbasis antigen (Ag-RDT) yang rutin digunakan tampaknya tidak dipengaruhi oleh Omicron.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini