Share

Punya Sifat Progresif, Diabetes Sebabkan Komplikasi Berbeda di Tiap Orang

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 15 Desember 2021 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 612 2517636 punya-sifat-progresif-diabetes-sebabkan-komplikasi-berbeda-di-tiap-orang-8VojqfCErj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DIABETES memang disebut sebagai ibu dari segala penyakit. Pasalnya, diabetes bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Apalagi, mereka yang mengalami diabetes sangat rawan ketika terpapar Covid-19.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan, diabetes adalah penyakit kronis yang angka kasusnya tergolong tinggi di Indonesia. Saat ini, kasusnya hampir mencapai 19 juta dengan pengobatannya yang tergolong tak mudah.

Prof. Suastika mengatakan kendati diabetes termasuk sebagai penyakit yang memiliki sifat progresif, gambaran klinis dan komplikasi yang terjadi berbeda-beda pada setiap orang.

Diabates

"Mekanismenya kompleks, rumit dan setiap orang berbeda-beda fenotipe-nya. Jadi, gambaran klinisnya berbeda-beda dengan berbagai komplikasi yang berbeda. Jadi, mengobatinya juga tidak gampang," ujar dia seperti dilansir dari Antara.

Di sisi lain, diabetes juga bisa terkait suatu kegagalan yang disebabkan oleh berbagai aspek seperti dari faktor pasien yang kurang pengetahuan tentang penyakitnya dan akses. Selain itu, faktor dokter yang terlalu banyak pasien.

Menurut Prof. Suastika, bila sudah terjadi komplikasi diabetes, maka tidak hanya akan membawa kesakitan dan risiko kematian yang tinggi pada pasien, tetapi juga biaya yang harus dikeluarkan pemerintah maupun pasien.

Hal lain yang juga menyulitkan pengobatan diabetes, yakni sistem berupa aksesibilitas layanan kesehatan untuk pasien, ditambah ketersediaan obat yang sebenarnya cukup banyak disediakan melalui mekanisme BPJS.

"Sistem ini yakni aksesibilitasnya. Bisa tidak semua orang mengakses pelayanan kesehatan. Lalu ketersediaan obat. Sebenarnya obat dari BPJS cukup banyak, tetapi apakah semua itu ada di seluruh pelosok negeri ini," kata Prof. Suastika.

Selain itu, perlu juga ketersediaan laboratorium walau sederhana seperti untuk pemeriksaan gula darah, HbA1C dan urin. Terkait telemedisin dalam pengobatan diabetes, Prof. Suastika berpendapat kehadiran layanan ini memperbaiki sekaligus mempercepat akses pelayanan kesehatan terutama bagi mereka dengan berbagai kendala.

"Karena diabetes salah satu penyakit kronik yang sifatnya tidak berubah setiap saat, bukan harian, maka tepat sekali pasien-pasien dengan diabetes ini bisa diterapkan layanan yang bersifat telemedisin," demikian kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini