Share

Tembakau Alternatif dengan Vape Ternyata Beda Loh

Tim Okezone, Okezone · Minggu 19 Desember 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 19 612 2519250 tembakau-alternatif-dengan-vape-ternyata-beda-loh-4tfXEg5ezH.jpg Ilustrasi. (Foto: Boldsky)

PRODUK tembakau alternatif kian dikenal masyarakat, terutama di Inggris dan sejumlah negara lainnya. Apa saja jenisnya?

Tembakau alternatif jenisnya adalah vape, kantung tembakau, pod, dan lainnya. Dari masing-masing benda punya perbedaan, terutama dengan rokok alias tembakau biasa yang melalui proses pembakaran.

"Jika vape memakai nikotin cair, maka produk tembakau yang dipanaskan menggunakan tembakau asli,” seperti dikutip dari theconversation.

 Vape

Dikutip Anrara, Tembakau asli umumnya dipanaskan pada suhu terkontrol di bawah 350 derajat Celcius. Dengan menjaga suhu tersebut, maka proses pembakaran tidak akan terjadi.

Proses pemanasan pada produk tembakau yang dipanaskan menghasilkan uap, sedangkan pembakaran pada rokok menghasilkan asap. Asap tersebut mengandung 7.000 bahan kimia, yang 2.000 diantaranya merupakan TAR yang bersifat karsinogenik.

“Pembakaran selalu menjadi masalah karena melepaskan ribuat zat kimia berbahaya. Produk ini berpotensi menurunkan risiko dari penggunaan rokok,” kata mantan direktur Action on Smoking and Health (ASH) Inggris, Clive Bates.

Perlu diketahui, produk tembakau alternatif yang dipanaskan tersedia secara komersial di 27 negara pada pertengahan 2017 lalu. Di Jepang produk tembakau alternatif ini mulai populer dan makin banyak digunakan oleh penduduknya. Peningkatan penggunaan dari 0,3% pada 2015 menjadi 3,7% pada 2017.

"Ini menunjukkan penetrasi cepat dari produk tersebut,” demikian penjelasan sebuah keterangan yang dirilis situs resmi www.gov.uk.

Sementara itu, Lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE), dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 melaporkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95% daripada rokok.

“Penelitian dari para ahli di Inggris dan Amerika Serikat telah menjelaskan bahwa dengan regulasi yang tepat produk ini dapat mengurangi bahaya yang timbul dari kebiasaan merokok,” ujar pernyataan resmi Pemerintah Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini