Share

Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun Gunakan Jarum Sekali Pakai

Tim Okezone, Okezone · Minggu 19 Desember 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 19 612 2519278 vaksinasi-covid-19-anak-6-11-tahun-pakai-jarum-sekali-pakai-aQqw2MO8KN.jpg Vaksinasi anak 6-11 tahun di Bandung. (Foto: Oneject)

VAKSINASI anak usia 6-11 tahun dikebut oleh Pemkot Bandung. Terlebih saat ini varian Omicron telah mengancam masyarakat Indonesia.

Kota Bandung menyasar 223.175 siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) dalam program percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

"Alhamdulillah Kota Bandung sudah termasuk kota yang diperbolehkan untuk memberikan vaksin kepada anak usia 6-11 tahun karena kita memenuhi kriteria. Dosis satu kita sudah lebih dari 70 persen, kemudian lansianya juga kita sudah di 78 persen," tutur Yana di sela peninjauan vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar Oneject Indonesia selaku sister company PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) di Taman Dewi Sartika, Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Pihaknya menargetkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Bandung bakal tuntas dua hingga tiga bulan ke depan. Yana optimistis bahwa pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Bandung bakal berjalan baik mengingat target vaksinasi untuk masyarakat umum hampir mencapai 100 persen.

"Kami cukup punya keyakinan karena fokusnya itu di sekolah, lebih memudahkan untuk kita melakukan proses vaksin," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Jahja Tear Tjahjana mengatakan, kegiatan vaksinasi sekaligus juga menjadi sosialisasi penggunaan jarum suntik sekali pakai atau smart syringe (auto disable syringe + safety needle) yang merupakan produk inovasi berteknologi tinggi. Alat suntik auto disable syringe ini dipastikan bebas bakteri atau bebas pirogen.

Jahja menjelaskan, sehingga penggunaan alat suntik ini lebih aman untuk pasien dan tenaga medis. Produk tersebut kini telah memenuhi tingkat kandungan produk dalam negeri (TKDN) sampai 60 persen dari Kementerian Perindustrian.

"Jadi setelah melakukan proses penyuntikkan, piston akan terkunci dan rusak secara otomatis, sehingga menjadikan suntikan tidak dapat digunakan, dan alat suntik akan terlindungi. Dengan demikian, alat suntik yang ini tidak akan melukai tenaga medis," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini