Share

Kiper Tornado FC Meninggal Dunia, Kenali Bahaya Cedera Kepala

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 481 2520876 kiper-tornado-fc-meninggal-dunia-kenali-bahaya-cedera-kepala-b2RzoPv7Qo.jpg Taufik (Foto: Ist)

INDONESIA baru saja kehilangan satu talenta mudanya di dunia sepakbola. Kiper Tornado FC, Taufik Ramsyah meninggal dunia setelah mengalami cedera parah di kepala usai berbenturan dengan pemain lain.

Perisitiwa mengenaskan tersebut terjadi saat Taufik sedang membela timnya melawan Wahana FC di Stadion Universitas Riau pada Laga Liga 3 2021-2022, Sabtu 18 Desember 2021. Laga tersebut adalah pertandingan lanjutan babak enam besar Liga 3 zona Riau.

 Taufik

Pemain berusia 20 tahun tersebut meninggal dunia pada Selasa 21 Desember 2021. Taufik sempat kritis di rumah sakit akibat mengalami cedera parah saat bermain.

Merangkum dari Healthline, Rabu (23/12/2021), cedera para kepala bukanlah suatu yang dapat dianggap remeh. Cedera tersebut bisa berdampak besar, bahkan menyebabkan kematian. Berikut beberapa jenis cedera kepala yang kerap dialami manusia.

1. Hematoma

Hematoma adalah kumpulan, atau pembekuan darah di luar pembuluh darah. Kondisi ini bisa sangat serius jika hematoma terjadi di otak. Pembekuan dapat menyebabkan tekanan menumpuk di dalam tengkorak. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran yang mengakibatkan kerusakan otak permanen

 

2. Pendarahan

Pendarahan pada ruang di sekitar otak kerap disebut sebagai pendarahan subarachnoid. Selain itu ada pendarahan di dalam jaringan otak atau lebih dikenal dengan pendarahan intraserebral. Pada perdarahan subarachnoid sering menyebabkan sakit kepala dan muntah.

Tingkat keparahan perdarahan intraserebral tergantung pada seberapa banyak perdarahan yang terjadi. Tetapi seiring waktu, berapa pun jumlah darah dapat menyebabkan penumpukan tekanan.

 

3. Gegar otak

Gegar otak bisa terjadi ketika benturan pada kepala cukup parah hingga menyebabkan cedera otak. Kondisi ini dianggap sebagai akibat dari otak yang membentur dinding keras tengkorak atau karena kekuatan akselerasi dan deselerasi secara tiba-tiba.

Secara umum, hilangnya fungsi yang terkait dengan gegar otak bersifat sementara. Namun, gegar otak berulang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen.

4. Edema

Setiap cedera otak dapat menyebabkan edema atau pembengkakan. Banyak cedera menyebabkan pembengkakan pada jaringan di sekitarnya, tapi akan lebih serius jika terjadi di otak. Tengkorak tidak dapat meregang untuk mengakomodasi pembengkakan.

Hal ini menyebabkan penumpukan tekanan di otak yang menyebabkan otak menekan tengkorak.

5. Patah tulang tengkorak

Tidak seperti kebanyakan tulang di tubuh. Tengkorak tidak memiliki sumsum tulang. Hal ini membuat tengkorak sangat kuat dan sulit untuk dipatahkan. Tengkorak yang patah tidak dapat menyerap dampak pukulan, sehingga kemungkinan besar akan terjadi kerusakan pada otak Anda.

 Baca juga: Kronologi Benturan yang Sebabkan Kiper Liga 3 Taufik Ramsyah Meninggal Dunia

6. Cedera aksonal difus

Cedera aksonal difus (cedera tipis) adalah cedera pada otak yang tidak menyebabkan perdarahan tetapi merusak sel-sel otak. Kerusakan pada sel-sel otak mengakibatkan organ ini tidak dapat berfungsi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pembengkakan dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

Meskipun tidak terlihat secara fisik seperti bentuk cedera otak lainnya, cedera aksonal difus adalah salah satu jenis cedera kepala yang paling berbahaya. Ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini