Share

Diet dengan Konsumsi Obat Pencahar, Benarkah Bisa Turunkan Berat Badan?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 612 2523420 diet-dengan-konsumsi-obat-pencahar-benarkah-bisa-turunkan-berat-badan-65nNFs5NY4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang kerap melakukan diet bermodal searching di internet, atau bahkan lewat pengalaman orang. Mereka pun membeli obat untuk diet penurunan berat badan yang dianggap berhasil.

Padahal, penggunaan obat untuk diet sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Oleh karenanya, Ahli gizi dari Rumah Sakit Siloam Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK mengimbau masyarakat tidak sembarangan dalam memilih obat penurun badan.

"Sebenarnya kalau obat-obat diet yang memang digunakan oleh dokter-dokter gizi, itu sih oke banget ya. Memang sudah terbukti dia (obat) bisa membantu," kata Inge saat seperti dilansir dari Antara

Diet

Lebih lanjut, Inge mengatakan bahwa obat-obatan yang menjanjikan dapat menurunkan berat badan dengan cara membuat seseorang menjadi lebih sering buang air kecil atau buang air besar sebaiknya tidak digunakan.

"Tapi yang enggak setuju itu kalau menggunakan obat-obat pencahar atau obat yang menyebabkan banyak buang air kecil dan air besar. Itu saya tidak setuju karena itu tidak sesuai dengan konsep obat yang memang digunakan untuk penurunan berat badan," tegasnya.

Inge menjelaskan jika seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, hal yang harus dikurangi agar bobot tubuh menjadi turun adalah lemak dan bukan cairan. Sehingga, penggunaan obat diet yang membuat seseorang sering buang air besar dan buang air kecil bukanlah solusi yang tepat.

"Kalau dia banyak buang air kecil, sebetulnya kan cairan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Orang gemuk itu bukan berarti dia harus mengurangi cairan di dalam tubuhnya. Tapi lemaknya yang kebanyakan. Itu yang harus dihilangkan," kata Inge.

"Jadi jika memang beratnya turun menggunakan obat tersebut, itu karena cairannya yang berkurang bukan lemaknya yang berkurang. Kan nggak oke. Malah bisa menyebabkan dehidrasi atau gagal ginjal kan," sambungnya.

Oleh sebab itu, Inge pun menyarankan agar masyarakat tidak sembarangan dalam membeli dan mengonsumsi obat diet. Sebaiknya, lakukanlah konsultasi dengan dokter jika memang mengalami obesitas dan ingin melakukan diet penurunan berat badan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini