Share

Pria Ini Dilarang Tinggalkan Israel Selama 8.000 Tahun Gegara Cerai, Sampai Desember 9999!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 612 2523493 pria-ini-dilarang-tinggalkan-israel-selama-8-000-tahun-gegara-cerai-sampai-desember-9999-kRkjJ6MnKZ.jpg Pria dilarang tinggalkan Israel hingga Tahun 9999 (Foto: Nypost)

SEORANG pria bernama Noam Huppert asal Australia menjadi sorotan usai dihukum 'penjara' selama 8.000 tahun di Israel. Dia dilarang meninggalkan negara Yahudi itu selama 8.000 tahun atau sebelum tanggal 31 Desember 9999.

Melansir situs The Sun, Senin (27/12/2021), pria 44 tahun tersebut dilarang meninggalkan Israel setelah mantan istrinya menuntut biaya tunjangan anak. Noam hanya diperbolehkan meninggalkan Israel jika mampu membayar lebih dari USD 3 juta atau sekitar Rp42,7 miliar.

Pria Dilarang Tinggalkan Israel Selama 8.000 Tahun

Noam sendiri berasal dari Australia. Dia pindah ke Israel pada tahun 2012 agar lebih dekat dengan dua anaknya yang masih kecil, setelah istrinya kembali ke kampung halaman dan mengajukan gugatan cerai lewat pengadilan Israel.

Baca Juga : Kumpulan Meme Asnawi Mangkualam yang Viral, Bilang Apa ke Pemain Singapura?

Pada tahun 2013, Noam menerima perintah 'stay-of-exit' atau larangan meninggalkan negara. Akibatnya, Noam tidak boleh meninggalkan Israel sekalipun untuk keperluan liburan atau bekerja hingga bisa membayar Rp42,7 miliar sebagai biaya tunjangan untuk membesarkan kedua anaknya hingga berusia 18 tahun.

"Sejak 2013, aku terkurung di Israel," ungkap Noam.

Baca Juga : 5 Outfit ke Pantai ala Maya Nadien, Selebgram Seksi yang Menggoda

Noam menduga pengadilan Israel memberi larangan meninggalkan negara hingga 31 Desember 9999 karena angka tersebut merupakan angka tertinggi yang bisa dimasukkan ke sistem penanggalan. Menurut Noam, dia bukan satu-satunya warga negara asing yang dirugikan oleh hukum Israel hanya karena menikah dengan wanita Israel.

"Aku hanyalah salah satu dari mereka," ujar Noam.

Di Israel, wanita memang bisa memberlakukan larangan bepergian pada mantan suami demi memastikan tunjangan anak mereka dibayar. Para pria diharapkan bisa membayar 100 persen atau bahkan lebih dari pendapatan mereka untuk anak-anaknya. Jika tidak dibayarkan setiap bulannya, pria tersebut dapat dikenakan hukuman 21 hari penjara per keterlambatan pembayaran.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini