Share

Apakah AC Sentral Berpotensi Sebar Omicron? Ini Kata Ahli

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 481 2523603 apakah-ac-sentral-berpotensi-sebar-omicron-ini-kata-ahli-Tw2xRCaSSs.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

VARIAN Omicron sampai saat ini didominasi oleh kasus yang dibawa dari pelaku perjalanan luar negeri atau imported case. Meski, tak bisa dipungkiri ada sebagian kecil pasien Omicron adalah individu yang bukan pelaku perjalanan luar negeri.

Pemerintah juga belum menemukan adanya kasus varian Omicron yang berasal dari penyebaran antar masyarakat. Artinya, masih sangat kecil sekali risiko seseorang terpapar Omicron dari orang lain yang sebelumnya tidak bepergian ke luar negeri.

Tapi, Ahli Kesehatan Lingkungan dr Dicky Budiman, menjelaskan bahwa potensi penyebaran Omicron selain karena perjalanan luar negeri tetap ada dan harus jadi perhatian bersama. Adalah penggunaan AC sentral di ruang karantina.

AC Central

Baca Juga : Hadapi Peningkatan Varian Omicron di Akhir Tahun, Pemerintah Siapkan 7 Skenario

Itu kenapa, Dicky menegaskan bahwa penting sekali ruangan karantina pelaku perjalanan luar negeri mendapat perhatian, khususnya soal ventilasi ruangan dan jenis AC yang dipakai.

"Tentu ada potensi (dari paparan virus yang dibawa AC sentral, terlebih jika AC sentral tidak dilengkapi dengan teknologi seperti inaktivasi patogen berbahaya, pun jika jendela kamar karantina tidak dibuka secara berkala," paparnya pada MNC Portal melalui pesan singkat, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga : Varian Omicron Akibat Komplikasi Vaksin dan Pengobatan Covid-19, Ini Fakta Sesungguhnya

Dicky yang juga seorang Epidemiolog Griffith University Australia melanjutkan, jika AC sentral yang terpasang di karantina tidak berjalan dengan baik, artinya tidak terjadi pertukaran udara dari luar ke dalam pun sebaliknya, itu juga meningkatkan risiko paparan virus yang dibawa oleh AC sentral.

Karena itu, jika bicara soal ruangan karantina, kata Dicky, sangat penting memperhatikan sirkulasi udaranya, termasuk ventilasi dan kualitas udara yang ada di dalam ruangan. "Selain itu, diperlukan perawatan berkala untuk menjamin udara selalu bersih dan berkualitas. Jangan sampai malah jadi medium penyebaran virus," tambahnya.

Pihak pengelola tempat karantina, saran Dicky, diharapkan juga melakukan koreksi dan review udara ruang karantina secara berkala. "Ini juga penting untuk memastikan udara dari ruangan A tidak berpindah ke ruangan B yang meningkatkan risiko paparan virus," ungkap Dicky.

Selain itu, ia pun berharap agar ada penelitian lebih lanjut terkait analisis ruangan karantina yang berkualitas sehingga didapatkan lingkungan karantina yang baik untuk individu yang sedang dikarantina maupun orang lain di sekitar lingkungan pusat karantina tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini