Share

Kaleidoskop 2021: Beragam Varian Covid-19 di 2021 Jadi Ancaman Paling Mematikan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 612 2523648 kaleidoskop-2021-beragam-varian-covid-19-di-2021-jadi-ancaman-paling-mematikan-Hb9VbNLeZt.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MUTASI virus Covid-19 memang akan terus terjadi selama vaksinasi masih belum tersebar dengan merata dengan tingkat vaksinasi mencapai 75 persen. Mutasi yang menyebabkan varian baru ini memang harus diwaspadai, pasalnya semakin bermutasi maka akan semakin sulit Covid-19 untuk terdeteksi.

Adapun mutasi paling anyar yang terjadi adalah Varian Omicron, yang memiliki mutasi paling banyak di antara lainnya. Varian omicron memiliki 26 mutasi protein yang menjadikannya lebih mudah menular dan memiliki kemampuan untuk menghindari deteksi. Oleh karena itu, direkomendasikan pengetesan menggunakan PCR.

Tidak heran jika varian Omicron yang sempat masuk kategori varian under monitoring pada 24 November 2021 langsung naik kelas oleh WHO menjadi Variant of Concern (VOC) pada 26 November 2021, tanpa masuk status Variant of Interest (VOI).

Merangkum dari laman Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, memang ada beberapa perbedaan karakteristik antara VOI dengan VOC.

Baca Juga: Hadapi Peningkatan Varian Omicron di Akhir Tahun, Pemerintah Siapkan 7 Skenario

Varian of Interest (VOI)

Varian SARS-CoV-2 dengan perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui mempengaruhi karakteristik virus seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, pelepasan diagnostik atau terapeutik.

1. Diidentifikasi sebagai penyebab penularan komunitas yang signifikan arau beberapa klaster Covid-19 di banyak negara dengan prevalensi relatif yang meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus dari waktu ke waktu.

2. Dampak epidemiologis nyata lainnya yang menunjukkan risiko yang muncul terhadap kesehatan masyarakat global.

Varian Covid-19 yang masuk dalam kategori VOI meliputi:

1. Lamba (C.37)

Ditemukan pertama kali di Peru, Desember 2020.

Diklasifikaskan pada 14 Juni 2021.

2. Mu (B1.621)

Ditemukan pertama kali d Kolombia, Januari 2021.

Diklasifikaskan pada 30 Agustus 2021.

Baca Juga: Varian Omicron Akibat Komplikasi Vaksin dan Pengobatan Covid-19, Ini Fakta Sesungguhnya

Adapun varian VOI terdahulu yang sudah tidak termasuk VOI, yakni:

1. Kappa (B.1.617.1)

2. Lota (B.1.526)

3. Eta (B.1.525)

4. Epsilon (B.1.427 atau B.1.429)

5. Zeta (P.2)

6. Theta (P.3)

Varian of Concern (VOC)

Varian SARS-CoV-2 yang melalui penilaian komparatif telah terbukti terkait dengan satu atau lebih perubahan tertentu pada tingkat signifikansi kesehatan masyarakat. Perubahan tersebut meliputi:

1. Peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologi Covid-19.

2. Peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit klinis.

3. Penurunan efektivitas kesehatan masyarakat dan tindakan sosial atau diagnostik yang tersedia, seperti vaksin dan terapi.

Varian Covid-19 yang masuk dalam kategori VOC meliputi:

1. Alpha (B.1.1.7)

Ditemukan pertama kali di Inggris, September 2020.

Diklasifikaskan pada 18 Desember 2020.

2. Beta (B.1.351)

Ditemukan pertama kali di Afrika Selatan, Mei 2020.

Diklasifikaskan pada 18 Desember 2020.

 

3. Delta (P.1)

Ditemukan pertama kali di Brasil, November 2020.

Diklasifikaskan pada 11 Januari 2021.

4. Gamma (B.167.1.2)

Ditemukan pertama kali di India, Oktober 2020.

Diklasifikaskan pada 11 Mei 2021.

5. Omicron (B.1.1.529)

Ditemukan pertama kali di Afrika Selatan, November 2021.

Diklasifikaskan pada 26 November 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini