Share

Waspada Omicron, Pakar Kesehatan: Ayo Kompak, Malam Tahun Baru 2022 di Rumah Saja!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 31 Desember 2021 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 481 2525361 waspada-omicron-pakar-kesehatan-ayo-kompak-malam-tahun-baru-2022-di-rumah-saja-Itn5FNAIFk.jpeg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

MALAM Tahun Baru 2022 akan terjadi sebentar lagi. Tapi, semakin banyaknya kasus Omicron di tengah masyarakat, sangat disarankan bagi Anda untuk malam tahun baru di rumah saja.

Hal ini yang coba disampaikan Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam. "Ayo kompak malam tahun baru 2022 di rumah saja," ungkapnya di Twitter, Jumat (31/12/2021).

Tahun Baru 2022

Pesan tersebut senada dengan pernyataan dia sebelumnya bahwa tidak adanya pesta pergantian tahun akan meminimalisir penyebaran Omicron ataupun Covid-19 secara umum di masyarakat. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu pun meminta kepada pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan larangan tersebut.

"Pemerintah daerah (disarankan) mengumumkan larangan pesta malam tahun baru serta penutupan tempat-tempat rekreasi pada malam tahun baru," terang Prof Ari dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : 6 Cara Asyik Merayakan Tahun Baru di Rumah Saja

Baca Juga : Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru 2022, Pas Dibagikan di Sosmed!

Selain menyarankan pelarangan pesta malam tahun baru 2022, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam UI itu juga merekomendasi beberapa upaya pencegahan Omicron meluas di RI. Apa saja?

1. Masyarakat memperketat protokol kesehatan, gunakan masker dengan baik dan benar, karena masker dapat mencegah menularkan atau tertular. Lalu, hindari kerumunan dan menunda berangkat ke luar negeri, apalagi ke negara dengan jumlah kasus Omicron tinggi. Kemudian, vaksinasi untuk yang belum vaksinasi.

2. Pemerintah pusat juga harus tetap menjaga pintu masuk Indonesia dengan ketat. Tak hanya itu, karantina 10 hari untuk semua yang datang ke Indonesia tetap konsisten dijalankan tanpa tebang pilih. Sekuensing terus ditingkatkan khususnya untuk kasus positif yang masuk ke Indonesia, lab dengan fasilitas NGS di-support pengadaan reagennya.

3. Semua stakeholder yang terkait pemeriksaan PCR diharapkan meng-upgrade agar kemampuan pemeriksaan PCR meliputi juga untuk mendeteksi Omicron dengan menggunakan primer yang meliputi spike gene (S-gen) target failure (SGTF).

"Kalau kita kompak, kita dapat mengendalikan penyebaran Omicron ini. Mestinya kita semua bisa bersinergi untuk berkontribusi mengendalikan pandemi di bumi pertiwi tercinta," terang Prof Ari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini