Share

WHO Peringatkan Potensi Tsunami Kasus Akibat Serangan Varian Delta dan Omicron

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 02 Januari 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 481 2526103 who-peringatkan-potensi-tsunami-kasus-akibat-serangan-varian-delta-dan-omicron-ExDiAaqZoB.jpg Dirjen WHO (Foto: IG/satgasperubahanperilaku)

BARU-baru istilah Delmicron sudah tidak asing lagi untuk didengar. Delmicron bukanlah varian baru dari Covid-19, melainkan ancaman kembar yang disebabkan oleh varian Delta dan Omicron.

Sebagaimana diketahui, saat ini varian Omicron telah menyerang banyak negara di seluruh dunia. Varian yang berasal dari Afrika Selatan ini disebut memiliki kemampuan menular 500 persen lebih cepat dibandingkan dengan Delta.

Kemampuan menular yang cepat serta berpotensi besar menyebabkan reinfeksi ini membuat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menilainya sebagai suatu ancaman yang besar.

WHO

"Varian Delta dan Omicron menjadi ancaman kembar yang meningkatkan kasus hingga mencapai angka kasus rekor yang menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian," terang Tedros, dalam unggahan Instagram resmi Satuan Tugas Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Minggu (2/1/2022).

Baca Juga : CDC: Gejala Infeksi Varian Omicron Muncul Setelah Tiga Hari

Lebih lanjut, Tedros mengaku sangat khawatir kejadian serupa seperti ledakan kasus pada varian Delta kembali terjadi. Hal ini disebabkan oleh sifat dan karakter Omicron yang memiliki banyak mutasi pada bagian protein spike yang menyebabkannya mudah menular.

"Saya sangat perihatin bahwa varian Omicron sangat menular dan menyebar pada saat yang sama seperti Delta. Menyebabkan tsunami kasus," ungkapnya.

Baca Juga : Kasus Omicron Bertambah 68, Kemenkes: Berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Oleh sebab itu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya tsunami kasus Covid-19 seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya. Beberapa diantaranya adalah:

1. Menerapkan protokol kesehatan 3M pada setiap aktivitas.

2. Menekan angka kasus berat dan kematian yang tinggi melalui upaya vaksinasi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini