Share

7 Perbedaan Jamu Masa Kini dan Tempo Dulu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Okezone · Senin 03 Januari 2022 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 612 2526665 7-perbedaan-jamu-masa-kini-dan-tempo-dulu-gHJRwQfzQY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

REMPAH-Rempah dan herbal memang menjadi salah satu warisan budaya yang dimiliki Indonesia. Selain digunakan untuk memasak, herbal juga bisa menjadi obat alternatif yang ampuh.

Indonesia pun memiliki ramuan herbal yang lebih dikenal sebagai jamu, dan telah diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang untuk mengobati berbagai macam jenis penyakit, atau menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

Merangkum dari unggahan badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), @bpom_ri, Senin (3/1/2022), jamu secara turun-temurun telah terbukti secara empiris membantu memelihara kesehatan dan kebugaran masyarakat Indonesia sejak ribuan tahun silam.

Pengobatan dan pemeliharaan kesehatan menggunakan jamu tetap lestari hingga sekarang. Bahkan seiring dengan perkembangan zaman, jamu saat ini telah mengalami transformasi. Berikut empat fakta jamu Indonesia.

Jamu

1. Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas, yang memiliki sekira 33 ribu spesies tanaman yang berpotensi menjadi bahan obat tradisional atau jamu.

2. Tradisi minum jamu di Indoensia sudah ada sejak 1.300 masehi untuk menjaga kesehatan juga sebagai terapi pengobatan.

3. Indonesia memiliki berbagai ramuan jamu dari berbagai spesies tanaman obat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

4. Beberapa ramuan jamu Indonesia tercatat di beberapa relief candi dan kitab-kitab kuno, seperti Relief Candi Borobudur, Kitab Serat Chentini, Kitab Tibb, dan Buku Jampi.

Jamu zaman sekarang juga telah mengalami beberapa perkembangan yang sangat signifikan. Berikut perbandingan jamu Indonesia tempo dulu dengan masa kini:

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Tempo dulu

1. Formulasi berbasis empiris (Sudah dipergunakan secara turun-temurun).

2. Dibuat secara manual melalui penggerusan dan perebusan.

3. Rasanya yang pahit dan tidak enak.

4. Dijual secara keliling atau jamu gending dan warung kaki lima.

5. Bentuknya serbuk seduhan atau cairan.

6. Kemasan sederhana dan terkesan kuno.

7. Dikenal sebagai minuman orangtua.

Masa kini

1. Formula berbasis empiris dan atau penelitian.

2. Pengolahannya menggunakan teknologi.

3. Memiliki berbagai varian rasa.

4. Dapat diperoleh secara online bahkan saat ini sudah ada kafe jamu.

5. Bentuknya kapsul, tablet, pil, bahkan permen.

6. Dikemas dengan menarik dan kekinian.

7. Dikonsumsi oleh berbagai generasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini