Share

Begini Cara Pemerintah Mencegah Masuknya Omicron

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 481 2527429 begini-cara-pemerintah-mencegah-masuknya-omicron-re97zAJMjN.jpg Varian Omicron (Foto: Strait times)

INDONESIA telah mengonfrimasi masuknya 152 kasus yang disebabkan oleh varian Omicron di Indonesia. Sebanyak 146 kasus berasal dari pelaku perjalanan luar negeri (imported case), dan 6 kasus yang disebabkan transmisi lokal.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengimbau agar masyarakat melakukan upaya untuk mencegah kasus importasi yang sudah telanjur masuk ke suatu wilayah.

 omicron

Tindakan tersebut harus dilakukan agar tidak menyebabkan lonjakan kasus akibat adanya transmisi atau penularan di komunitas. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian masyarakat agar dapat dimaksimalkan upaya pengendalian sesuai kondisi terkini di lapangan.

"Sudah sepatutnya kita melakukan gerakan penanganan ganda tidak hanya di pintu kedatangan namun di komunitas untuk memutus rantai penularannya segera," kata Prof Wiku dalam Keterangan Pers Terkait Penanganan Covid-19, Selasa (4/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wiku pun membagikan beberapa upaya yang bisa dilakukan di pintu kedatangan luar negeri, di antaranya:

1. Mengatur arus kedatangan pelaku perjalanan

Hal ini menjadi penting mengingat kepadatan pelaku perjalanan dapat berpengaruh pada peluang kasus importasi masuk maupun penularan antar penumpang.

Pemerintah telah menentukan perbedaan syarat kedatangan pelaku perjalanan dari penggolongan negara berdasarkan angka kasus transmisi komunitas yang terjadi.

Selain itu pemerintah juga telah menetapkan pembatasan pintu masuk luar negeri untuk WNA dan WNI yang saat ini hanya melalui tiga pintu kedatangan untuk 3 moda udara, 3 moda laut, dan 3 pos lintas batas negara.

 Baca juga: Omicron Lebih Sedikit Sebabkan Kerusakan Paru

2. Upaya testing dengan pengetahuan dan teknologi terkini

Tes S Gene Target Failure (SGTF) dan Whole Genome Sequencing (WGS) sebagai pelengkap alat diagnostik yang gold standar yaitu PCR. Serta disiplin melakukan karantina bagi pelaku perjalanan yang negatif dan isolasi bagi pelaku perjalanan yang positif.

Kedua upaya ini berfokus untuk menskrining dan menangani kasus positif agar sembuh sebelum boleh melanjutkan mobilitas serta menekan peluang angka kasus positif yang lolos ke komunitas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini