Kenapa Orang Sudah Divaksin Tetap Bisa Terinfeksi Covid-19?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 481 2527946 kenapa-orang-sudah-divaksin-tetap-bisa-terinfeksi-covid-19-fN12C9DBJE.jpeg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

TAK bisa dipungkiri, banyak orang awam salah kaprah tentang vaksin Covid-19. Tak sedikit orang yang menganggap bahwa vaksin Covid-19 bisa memblokir infeksi Covid-19.

Dengan pemahaman yang keliru, tak jarang banyak orang yang merasa sudah bisa cuek akan protokol kesehatan 5M karena sudah divaksinasi. Padahal kenyataannya, orang yang sudah divaksinasi dosis lengkap pun masih bisa terinfeksi Covid-19.

Banyak faktor yang melatarbelakangi, kenapa banyak orang yang sudah divaksinasi belakangan ini tetap terinfeksi Covid-19. Alasannya, mulai dari munculnya varian Omicron yang punya kemampuan menular dengan cepat, memiliki peluang lebih mungkin menginfeksi orang, sampai momentum periode libur panjang Natal dan Tahun Baru seperti sekarang, momen ketika banyak orang liburan di berbagai tempat.

Vaksin Covid-19

Peneliti virus di University of Minnesota, University of Minnesota mengatakan banyak orang keliru menganggap vaksin bisa sepenuhnya menghentikan infeksi.

“Orang-orang mungkin salah mengira vaksin Covid-19 akan sepenuhnya memblokir infeksi, tetapi vaksinasi itu dirancang terutama untuk mencegah penyakit atau kesakitan parah,” ujar Louis Mansky, seperti dikutip Fox News, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga : Kerusakan Paru Akibat Varian Omicron Tidak Separah Delta

Di sisi lain, vaksin Covid-19 yang dipergunakan saat ini dikatakan tetap menunjukkan efikasinya. Terlihat terutama untuk orang-orang yang mendapatkan suntikan booster atau penguat (dosis ketiga).

Baca Juga : Omicron Belum Kelar, Muncul Lagi Varian Baru IHU yang Punya 46 Mutasi

Dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna lalu ditambah satu dosis vaksin Johnson & Johnson dikatakan masih bisa menawarkan perlindungan yang kuat terhadap penyakit serius yang ditimbulkan oleh varian Omicron.

Sementara jika dosis awal saja, disebutkan tak terlalu ampuh memblokir infeksi omicron, dengan tambahan perlindungan dari vaksin booster, terutama dengan vaksin Pfizer dan Moderna bisa meningkatkan tingkat antibodi untuk membantu menangkis infeksi Covid-19.

Dengan kemampuan varian Omicron yang dinilai punya skill mereplikasi lebih jika dibandingkan varian sebelumnya, dan orang yang terinfeksi bermuatan virus tinggi, maka kemungkinan besar orang ini akan menularkannya kepada orang lain, terutama pada orang-orang yang tidak atau belum divaksinasi.

Sedangkan, orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 dan akhirnya terinfeksi juga, tapi kondisinya diketahui jika bergejala juga akan cenderung lebih ke gejala yang ringan sehingga tak perlu dirawat intensif di rumah sakit, atau bahkan bisa juga tak bergejala sama sekali. Hal ini karena vaksinasi yang sudah didapatkan sebelumnya, memicu banyak pertahanan dalam sistem kekebalan tubuh kita sehingga lebih sulit bagi Omicron untuk melewati semuanya.

Maka dari itu, imbauan dari para dokter dan ahli kesehatan lainnya pun tak berubah. Agar tetap aman dari paparan Covid-19, semua orang diwajibkan disiplin melakukan protokol kesehatan ketat. Tetap menggunakan masker (indoor dan outdoor), cuci tangan menggunakan air dan sabun, menghindari kerumunan, dan segeralah divaksinasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini