Share

Ramai Fenomena Spirit Doll, Apa Bedanya dengan Jelangkung dan Jenglot?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 612 2528010 ramai-fenomena-spirit-doll-apa-bedanya-dengan-jelangkung-dan-jenglot-UBWT6vgqDR.png Ilustrasi Jelangkung (Foto: Youtube)

BONEKA arwah atau spirit doll menjadi fenomena viral yang cukup menyita banyak perhatian di tahun ini. Fenomena spirit doll ini pun menjadi area abu-abu di kalangan bidang ilmu kedokteran jiwa.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, dr Santi Yuliani, SpKJ, MSc, mengatakan fenomena boneka arwah memang sudah ada sejak zaman dahulu. Menurutnya seperti jelangkung atau boneka lain yang kemudian dimasuki arwah, menurutnya fenomena ini berkaitan dengan suatu kepercayaan.

Lantas, apakah ada perbedaan antara boneka arwah atau spirit doll dengan boneka jelangkung? Furi Harun, salah satu pengoleksi boneka arwah, mengatakan ada perbedaan antara boneka arwah, jelangkung, dan jenglot. So, apa perbedaan boneka arwah, jelangkung, dan jenglot menurut Furi Harun?


Jenglot

"Jenglot itu bentuknya seperti mumi yang memiliki gigi taring, bentuknya pun agak meruncing, seolah-olah dibentuk seperti mumi yang menakutkan dari makhluk hidup," kata Furi Harun.

Tapi, ada beberapa jenglot, sambung Furi Harun, yang merupakan buatan manusia lalu diritualkan. "Ada beberapa yang dikasih sesajen seperti darah dan diisi makhluk halus," tambahnya.

Jenglot biasanya punya tujuan tersendiri. "Bertujuan tertentu sesuai dengan keinginan pemilik jenglotnya," terang Furi Harun.

Jelangkung

Jelangkung

Beda dengan jenglot, Jelangkung menurut Furi Harun lebih kepada media. Maksudnya, ketika seseorang tidak bisa melihat makhluk halus, maka jelangkung dipakai sebagai medium agar si manusia tahu ada atau tidaknya keberadaan makhluk halus.

"Jelangkung ini sama dengan Ouija yang terkenal di luar negeri. Jadi, fungsinya sebagai medium, menunjukkan bahwa hantu tersebut sudah datang atau belum," paparnya.

Boneka Arwah

Nah, kalau boneka arwah atau spirit doll, kata Furi, ini merupakan anak-anak asuh yang mayoritas diisi arwah yang masih memiliki 'ganjelan'. Ya, mereka belum bisa ber-inkarnasi atau kembali ke Tuhan.

"Karena itu, mereka diasuh oleh beberapa orang, diperlakukan dan disayangi selayaknya anak asuh dengan penuh kasih sayang, tetapi tidak lupa untuk didoakan," kata ungkap.

Mengapa perlu didoakan?

"Tujuannya supaya mereka bisa segera rest in peace atau yang Buddha reinkarnasi dan terlahir kembali," jawabnya.

Furi Harun menambahkan, jadi selama di dalam boneka, mereka itu harus berbuat baik sehingga punya karma baik. "Yang pada akhirnya membantu mereka ber-reinkarnasi lagi," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini